28 August 2019, 17:20 WIB

Pembebasan Lahan Flyover Cipendawa Makan Waktu 2 Tahun


Gana Buana | Megapolitan

 ANTARA FOTO/Risky Andrianto
  ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Pekerja beraktivitas di area pembangunan jalan jembatan layang (Flyover) Cipendawa, di Jalan Raya Narogong, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (23/8)

PEMBEBASAN lahan flyover Cipendawa saat ini masih dalam proses pembayaran dan pemberkasan administrasi. Padahal, prosesnya sudah dimulai sejak 2018 lalu.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pengadaan Lahan Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Bekasi, Usman Sufirman, menyampaikan di sisi barat lokasi pembangunan tinggal dua bidang tanah yang belum dibebaskan. Sedangkan, di sisi timur masih dalam proses pemberkasan administrasi.

Baca juga: Sempat Diguyur Hujan, Kualitas Jakarta Pagi Ini Tetap tidak Sehat

“Di sisi barat ada sekutar 43 bidang tanah, sedangkan sisi timur ada sekitar 33 bidang tanah yang harus dibebaskan, total ada sekitar 76 bidang tanah,” ungkap Usman, Rabu (28/8).

Usman mengatakan, proses pembebasan lahan seluas 1 hektar bukan perkara mudah. Sebab, banyak pihak terlibat dalam hal ini. Adapun, beberapa kendala harus dihadapi, terutama dalam penguasaan lahan dan perubahan peta lahan.

Usman menjelaskan, di lapangan pihaknya banyak menemukan ada satu bidang yang dikuasai oleh tiga pemilik. Namun, mereka hanya memiliki satu alas kepemilikan.

“Misalnya hanya punya SHM (Sertifikat Hak Milik). Nah, itu belum dipecah, jadi panjang urusannya,” kata dia.

Selain itu, perubahan peta bidang lahan serta belum adanya alas kepemilikan lantaran pemilik ikut dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari pemerintah pusat pun juga banyak ditemukan di lapangan. Kebanyakan pemilik hanya memegang tanda daftar PTSLnya saja.

“Jadi alas haknya belum diambil di Kantor Pertanahan, hanya pegang bukti daftarnya saja. Ada juga pemilik yang berada di luar kota dan berangkat haji jadi kami harus tunggu dulu,” jelas dia.

Adapun, biaya untuk pembebasan lahan 1 hektar lebih tersebut memakan biaya sekitar Rp130 miliar. Pihaknya menargetkan pertengahan September pembebasan lahan sudah selesai.

Baca juga: Seluruh Penyandang Disabilitas di DKI Dapat Bantuan Tahun Depan

“Sudah dari 2018 lalu pembebasan dimulai, pada 2018 ada sekitar 2.000 meter persegi lebih, pada 2019 kali ini ada sekitar 8.111 meter persegi,” tandas dia.

Diberitakan sebelumnya, proses pembangunan flyover Cipendawa terkendala pembebasan lahan. Proyek yang rencanannya rampung pada akhir 2019 progresnya saat ini baru 30%. (OL-6)

BERITA TERKAIT