28 August 2019, 16:50 WIB

Iptek Jadi Kebutuhan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

PENGELOLAAN sumber daya alam termasuk sumber daya hutan harus memperhatikan aspek keberlanjutan dan dampak penggunaan sumber daya.

Pengelolaan hutan dan hasil hutan diperlukan untuk terus menjalankan fungsi hutan dari aspek ekonomi, ekologi dan sosial sehingga dalam pemanfaatannya perlu memperhatikan nilai tambah dan efisiensi.

"Peran ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) menjadi kebutuhan dan harus terus didukung berbagai inovasi agar pengelolaan sumber daya khususnya hasil hutan bisa efisien dan berkelanjutan," kata Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sylvana Ratina dalam The 5th International Conference of Indonesia Forestry Researchers (Inafor) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/8).

Pengelolaan sumber daya alam, lanjut Sylvana, tak dimungkiri kerap meninggalkan eksternalitas contohnya limbah yang bisa menimbulkan persoalan lingkungan.

Baca juga: Olah Limbah Kayu, Solusi Atasi Pembakaran Lahan

Dengan penerapan teknologi, pemanfaatan limbah dapat ditingkatkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah tinggi, baik produk kayu, bioenergi, bahan pendukung industri dan produk strategis lainnya.

Ia menambahkan penerapan Iptek juga mampu berkontribusi pada peningkatan pendapatan, mendorong ekonomi sirkular dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya yang diarahkan pada zero waste. Ekonomi sirkular pada dasarnya menggunakan limbah balik menjadi produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.

Ia mencontohkan peningkatan kebutuhan energi yang dihadapi oleh banyak negara di dunia saat ini. Pengembangan bioenergi dari limbah pertanian ataupun perkebunan, ucapnya, menjadi salah satu jalan keluar untuk menghemat energi fosil yang semakin berkurang, sementara kebutuhan energi terus meningkat.(OL-5)

BERITA TERKAIT