28 August 2019, 12:51 WIB

Jusuf Kala Geram, Ada Pengusaha Hanya Obral Janji Bantuan Bencana


Dero Iqbal Mahendra | Humaniora

WAKIL Presiden Jusuf Kalla tidak dapat menyembunyikan kegeramannya saat ditanya terkait bantuan dari pihak swasta untu wilayah bencana Palu dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal tersebut lantaran ada pengusaha yang hanya obral janji tanpa eksekusi bantuan.

"Ada tokoh pengusaha yang sudah mendapat bintang (penghargaan) ke mana-mana karena si hebat menggema (akan membantu daerah bencana). Sudah janji kiri kanan (tapi) tidak ada realisasinya," ungkap Jusuf Kalla kesal di Kantor Wakil Presiden, Selasa (28/8).

Misalnya, ketika bencana di Palu, pengusaha itu janji membangun 1.500 rumah, namun kenyataannya hanya 100 rumah yang terealisasi.

Bahkan, menurut Wapres, di NTB jauh lebih parah.

Pengusaha itu, menurut Jusuf Kalla, juga mengobral janji memberikan bantuan di NTB hingga dielu-elukan masyarakat. Pada awal bencana, ia mengatakan akan menyumbang rumah dan disambut suka cita, tetapi tidak ada buktinya hingga hari ini.

Baca juga: JK Dukung Larangan Eks Koruptor di Pilkada

"Di NTB, awalnya mau mengajukan rumah, mengajukan apapun (bantuan), disambut Gubernur, Panglima TNI, aduh itu bohong semuanya. Jadi jangan percaya orang yang suka usaha-usaha begitu, merasa hebat tetapi tidak ada buktinya," keluh Jusuf Kalla.

Karena sudah merasa dijanjikan diberikan bantuan, Gubernur Sulawesi Tengah dan Gubernur NTB pun menagih realisasi bantuan namun tidak ada realisasinya. Bahkan janji mau perbaiki desa pun, menurut Jusuf Kalla, hasilnya nol besar.

Jusuf Kalla sebagai koordinator dari penanganan bencana rupanya memang sudah disurati secara resmi oleh kedua Gubernur dari wilayah yang terdampak bencana. Kedua Gubernur tersebut curhat dalam surat mereka kepada wapres terkait bantuan yang tidak terealisasi.

Lebih lanjut, Jusuf Kalla pun mengaku tidak habis pikir, mengapa pengusaha yang suka janji kiri kanan seperti itu langsung diberikan bintang penghargaan mahaputra. Padaha kenyataannya tidak ada yang diberikan.

Jusuf Kalla pun menilai pemberian bintang penghargaan tersebut harus dievaluasi lagi.

"Harusnya dievaluasi kembali (pemberian bintang mahaputra-nya), bisa ditarik lagi itu bintang (penghargaan). Ini harus dievaluasi untuk pemberian bintang (penghargaan) ke depannya, tidak bisa sembarang orang itu," tutur Jusuf Kalla.

Saat ditanyakan namanya, Jusuf Kalla enggan menyebutkan namanya langsung. Namun, menurutnya, semua orang tentu tau siapa yang dimaksud karena pemberitaannya ketika itu pun besar dan ada fotonya dimana mana.

Jusuf Kalla pun sebagai ketua Palang Merah Indonesia (PMI) rupanya juga sempat ditawari bantuan untuk organisasinya terkait penanganan bencana.

Namun, ia mengaku beruntung tidak mengajukan bantuan.

"Sudah setahun apa-apa tidak ada satu sen pun yang (diberi), padahal berbunga-berbunga semua orang di sana (lokasi bencana), tempat lain juga begitu, PMI juga kena, untung saya tidak minta apa-apa," pungkas Jusuf Kalla. (OL-2)

BERITA TERKAIT