27 August 2019, 18:54 WIB

Baru Dilantik, Puluhan Legislator Bolos


Gana Buana | Megapolitan

MI/	Fakhri Hermansyah
 MI/ Fakhri Hermansyah
Warga berolahraga di area hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/8).

ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi periode 2019-2024 bolos berjamaah, Selasa (27/8). Padahal, 50 anggota legislatif tersebut baru saja dilantik sehari sebelumnya.

Berdasarkan pemantauan di gedung dewan, empat ruang komisi yang ada kosong tanpa aktivitas. Terlihat hanya staf dan peserta magang. Hal yang sama juga terlihat di gedung ruang fraksi.

Batang hidung anggota dewan baru itu tidak terlihat. Nyaris ruangan seluruh fraksi di DPRD Kota Bekasi hanya diisi para staf pendukung Sekretaris Dewan.

Satu-satunya anggota DPRD yang terlihat hari ini adalah Syaeful Daulah, dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dia pun menyesalkan sikap rekan-rekannya yang belum terlihat bekerja.

“Seharusnya kalau baru dilantik, atau baru jadi dewan itu malah rajin, kok malah engga masuk kerja, ini mah aneh,” kata Saeful, Selasa (27/8).

Baca juga: Wibi Andrino Ditunjuk Sebagai Ketua Fraksi NasDem DPRD Jakarta

Syaeful mengaku tidak mengetahui alasan rekan-rekannya belum hadir ke ruang kerjanya masing-masing. Bahkan, kata dia, sempat menerima audensi dari kalangan buruh yang berunjuk rasa.

“Alhamdulilah saya sudah bisa memberikan kerja saya di awal duduk sebagai anggota dewan dengan menerima audensi pihak buruh,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Bekasi, M Ridwan mengakui hanya beberapa orang saja yang datang bekerja pada Selasa (27/8). Menurut dia, masalah kehadiran anggota legislator dikembalikan pada individu masing-masing.

“Kita serahkan ke pribadi masing-masing yah mereka yang bisa mengukur etos kerja,” kata Ridwan.

Ridwan menjelaskan, kehadiran legislator sudah terhitung sejak mereka dilantik pada Senin (26/8). Kali ini, Ia pun tak mengetahui alasan apapun dari mereka yang tidak hadir hingga Selasa siang.

“Saya tidak tahu alasannya, tapi pengamatan saya masih ada kok yang masuk,” katanya.

Meski begitu, Ridwan mengaku, akan membawa permasalahan ini ke pimpinan dewan sementara. Menurut dia, pihaknya tidak bisa langsung memberikan catatan sebelum berkoordinasi dengan pimpinan dewan.

“Sore tadi saya bertemu dengan pimpinan dewan sementara. Salah satunya, menyangkut soal ketidakhadiran anggota dewan,” jelasnya.

Terpisah, Pengamat Kebijakan Publik, Didit Susilo mengatakan, ketidakhadiran dewan terpilih pada hari pertama bekerja sangat disesalkan. Padahal, pengucapan janji mereka baru saja dilakukan pada Senin (26/8).

“Mereka seperti tidak punya malu, baru dilantik sudah membuat ulah,” jelasnya.

Didit menyarankan, agar pimpinan dewan sementara memberikan sanksi tegas pada para anggota dewan yang malas. Sehingga, ke depannya, tidak akan terulang lagi peristiwa tersebut.

“Kemalasan ini seperti sudah membudaya. Padahal, mereka saat kampanye berjanji akan membawa aspirasi rakyat. Sekarang malah berbalik,” tandasnya. (A-4)
 

BERITA TERKAIT