26 August 2019, 19:00 WIB

Israel Pangkas Suplai Bahan Bakar di Jalur Gaza


Tesa Oktiana Surbakti | Internasional

ISRAEL menyatakan pihaknya memangkas setengah volume suplai bahan bakar untuk satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza. Langkah itu sebagai respons terhadap serangan roket dari wilayah Palestina.

Tiga roket diluncurkan dari daerah kantong yang dikelola kelompok Hamas, ke arah selatan Israel pada Minggu waktu setempat. Namun, militer Israel mengungkapkan dua roket dapat dihalau sistem anti-rudal Iron Dome. Sejauh ini, belum ada klaim pertanggungjawaban.

Baca juga: Nilai Tukar Yuan Terendah dalam 11 Tahun

Setelah serangan, Israel melancarkan serangan udara terhadap kompleks militer Hamas. Tidak ada laporan korban jiwa di kedua sisi perbatasan yang bergejolak. Dalam pernyataan resmi, COGAT, unit Kementerian Pertahanan Israel yang mengoordinasikan masalah sipil dengan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, menyatakan segera memotong volume bahan bakar diesel. Pemangkasan suplai secara signifikan mengurangi listrik yang dihasilkan pembangkit.

"Setelah penembakan roket dan berbagai pelanggaran terhadap stabilitas dan keamanan, langah itu akan diberlakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut," bunyi keterangan kementerian.

Jalur Gaza sudah lama menderita krisis aliran listrik dan pemadaman kronis. Sebuah saluran listrik baru dari Israel sempat diusulkan untuk meringankan persoalan. Juru bicara perusahaan listrik Gaza, Mohammad Thabet, menilai keputusan Israel sebagai hukuman kolektif.

"Kami sudah lama menderita akibat krisis (listrik). Keputusan Israel yang baru jelas akan memperburuk situasi. Ini berdampak terhadap kehidupan 2 juta orang, dan juga layanan vital seperti rumah sakit," tegas Thabet.

Baca juga: Kepolisian Hong Kong Terpaksa Keluarkan Tembakan Peringatan

Saat ini, warga mendapat pasokan listrik selama 6 jam, yang diikuti 12 jam pemadaman. Thabet menyebut pengurangan bahan bakar akan megurangi durasi aliran listrik menjadi 4 jam. Dalam serangkain konfrontasi perbatasan selama beberapa pekan terakhir, Israel mengungkapkan telah membunuh sedikitnya 8 orang militan Palestina, yang berupaya menyusupi wilayahnya.

Blokade Israel dan Mesir menyebabkan ekonomi Gaza terjun dalam jurang kehancuran. Pemotongan aliran bantuan asing belum lama ini, dan sanksi otoritas Palestina, saingan Hamas di Tepi barat, semakin memperburuk situasi.(Channelnewsasia/Tes)

BERITA TERKAIT