23 August 2019, 21:35 WIB

Jokowi Ganti Mobil Dinas, Seperti Apa Kecanggihan Kendaraan RI-1


Nurtjahyadi | Otomotif

Dok www.mercedes-benz.co.uk
 Dok www.mercedes-benz.co.uk
Mercedes-Benz S600 Guard

PIHAK Istana memutuskan untuk mengganti kendaraan Kepresidenan Republik Indonesia dengan Mercedes-Benz S600 Guard untuk menggantikan Mercedes-Benz S 600 Pullman Guard yang sudah mengabdi sejak kepemimpinan Presiden ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono.

Sangat sulit untuk mengorek lebih dalam apa yang menjadi kelebihan kendaraan untuk orang nomor satu di Republik ini karena terkait kerahasiaan negara. Pasalnya, khusus untuk sekelas Kepala Negara, S600 Guard baru tunggangan Jokowi ini dibekali fitur tambahan lain yang tidak dimiliki oleh S600 Guard yang dilepas ke pasaran.

Sebagai kendaraan VVIP, kendaraan berkode produksi W222 ini dilengkapi berbagai fitur untuk mengamankan penumpang dari berbagai ancaman. Bodinya yang terbuat dari baja khusus tentu semakin ditingkatkan kekuatannya untuk mengimbangi meningkatnya kemampuan bahan-bahan peledak.

Bagian-bagian yang transparan dirancang antipeluru. Kaca yang terbuat dari bahan polycarbonat khusus ini dibuat lebih tebal jika dibandingkan dengan kaca standarnya. Pada kendaraan S600 Guard biasa, ketebalannya mencapai 50mm, bahkan lebih.

Dengan kaca setebal itu perangkat mekanis tidak sanggup untuk menaik-turunkannya. Sebagai gantinya digunakan sistem hidrolis. Kaca ini memiliki standar uji balistik BRV 2009-VR10 yang mampu menahan serangan proyektil terkuat seperti senjata sniper Dragunov yang sangat ditakuti.

Karena ancaman bisa datang dari arah mana saja, bagian kolong mobil pun tak luput dari perhatian. Di bagian bawah kendaraan dilengkapi panel baja untuk melindungi dari ledakan bom. Kekuatannya bahkan mampu menahan ledakan dua buah granat tangan HG 85 yang meledak bersamaan. Selain melindungi penumpang panel ini juga melindungi komponen penting kendaraan agar sulit dilumpuhkan seperti bagian kopel transmisi dan suspensi.

Penambahan komponen-komponen tentu membuat bobot kendaraan menjadi lebih berat. Untuk hal itu para insinyur dan teknisi Daimler sebagai produsen merancang ulang komponen sasis seperti memperbesar drive shaft, hingga komponen suspensi udara. Perubahan ini juga membutuhkan penyesuaian pada sistem kendali elektronik seperti rem ABS, hingga pengaturan kestabilan kendaraan (ESP).


Baca juga: Menjadikan Kendaraan Tampil Luxury


Sebagai komponen mobil yang paling mudah dilumpuhkan, kendaraan ini dilengkapi ban jenis PAX Run Flat Tire (PAX RFT) yang dirancang khusus. Saat kehilangan tekanan, ban yang dilengkapi juga dengan monitor tekanan angin ini masih mampu dijalankan seperti dalam kondisi normal.

Pada kondisi darurat kendaraan harus dijalankan tanpa alat penerangan S600 Guard mampu dikemudikan pada kondisi gelap karena adanya fitur night vision dengan bantuan kamera dan sensor infra red.

Kendaraan ini juga dilengkapi panic button yang dapat diaktivasi oleh pengemudi, penumpang depan dan belakang. Saat tombol ditekan lampu utama dan lampu sein akan nyala berkedip, mengunci seluruh pintu, dan menutup jendela. Meskipun demikian penghuni tetap bisa berkomunikasi dengan dunia luar berkat adanya perangkat interkom handsfree.

Serangan api? Tentu saja sudah dipertimbangkan oleh perancang S600 Guard. Terdapat sistem pemadam api terintegrasi. Alat ini dilengkapi sensor yang secara otomatis aktif saat mendeteksi panas di bagian bawah kendaraan, dan kompartemen mesin. Alat ini juga bisa diaktifkan secara manual dari dalam kabin.

Mercedes-Benz S600 Guard juga dilengkapi sistem udara kabin khusus yang mampu menyediakan oksigen segar pada kondisi-kondisi tertentu, salah satunya ketika sensor mendeteksi adanya gas berbahaya. Selain itu terdapat perangkat komunikasi dengan sistem keamanan tinggi sehingga sulit disadap, termasuk komunikasi sistem satelit sehingga tidak ada kamus 'tidak ada signal'.

Untuk urusan performa, kendaraan 4 penumpang ini ditenagai oleh mesin V12 berkapasitas 6.0 liter bertenaga 530 hp dengan torsi maksimal 830Nm. Meskipun bobotnya berkisar di angka 5 ton, kendaraan ini mampu berakselerasi dari 0 ke 100 km per jam dalam hitungan 7,9 detik dan melaju hingga 210 km/jam.

Sebenarnya masih banyak fitur tambahan lain yang disematkan pada kendaraan dinas Jokowi yang baru ini. Namun lagi-lagi sulit dikorek informasinya terkait rahasia keamanan. Mungkin saja kendaraan ini dilengkapi dengan pemindai khusus yang mampu mendeteksi adanya bom atau peralatan lain yang ditempelkan pada kendaraan. (OL-1)

BERITA TERKAIT