23 August 2019, 10:25 WIB

Iluni UI Peduli Bangkitkan Warga Sulteng


MT/Opn/N-1 | Nusantara

MI/M TAUFAN SP BUSTAN
 MI/M TAUFAN SP BUSTAN
Gubernur Sulteng Longki Djanggola (kiri) memberikan sambutan saat penutupan program Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Peduli Pa

BERBAGAI kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) pascabencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah (Sulteng) bertajuk Iluni UI Peduli Palu, Sigi, dan Donggala berakhir.

Selama kegiatan berlangsung 10 bulan sejak 1 Oktober 2018 dana yang berhasil digalang dan disalurkan kepada korban bencana melalui berbagai kegiatan Iluni UI mencapai Rp19 miliar.

Penutupan rangkaian kegiatan Iluni UI Peduli Palu, Sigi, dan Donggala dilakukan di ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, kemarin. Selain para alumnus UI, acara juga dihadiri Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Ketua Umum Iluni UI Arief Budhy Hardono, Koordinator Iluni UI Peduli Endang Mariani, dan Dirut RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo dr Lies Dina Liastuti.

Koordinator Iluni UI Peduli, Endang Mariani, mengatakan program kemanusiaan itu direncanakan secara sistematis, berkesinambungan, dan terukur, yang terbagi dalam empat tahap dengan fokus prioritas yang berbeda.

Pada masa tanggap darurat, Iluni UI Peduli telah memberikan dukungan tempat berteduh sementara, penanganan medis, logistik, bahan pokok, dan dapur umum di kantong-kantong pengungsian. Selain itu, mereka juga menyediakan sarana umum berupa fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), dan sarana air bersih.

"Dukungan psikologis awal diberikan oleh alumni Fakultas Psikologi UI. Program ini juga melibatkan alumni Menwa UI sebagai tim advance yang memiliki semua keterampilan yang dibutuhkan," kata Endang saat penutupan Program Iluni Peduli Palu, Sigi, dan Donggala. Mereka bertugas memulihkan kondisi psikis warga di lokasi terdampak bencana.

Pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi Iluni UI Peduli membangun hunian sementara. Hingga berakhirnya program di Palu, Sigi, dan Donggala, telah dibangun 145 unit hunian sementara tipe pertama sebagai unit tunggal yang diberi nama Antara, sedangkan hunian sementara tipe kedua dibangun sesuai arahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) bernama Huntara berjumlah 324 unit yang seluruhnya berada di Kabupaten Sigi. (MT/Opn/N-1)

BERITA TERKAIT