23 August 2019, 10:09 WIB

Kasus Vitamin Kedaluwarsa Ditindaklanjuti Polisi


Iam/Put/J-2 | Megapolitan

Medcom.id/Mohammad Rizal
 Medcom.id/Mohammad Rizal
Ilustrasi

KASUS pasien mengonsumsi vitamin B6 kedaluwarsa yang menimpa Novi Sri Wahyuni, 21, dan sedang hamil dua bulan ini terbukti mampu menyita perhatian publik. Pasalnya, vitamin kedaluwarsa tidak hanya membahayakan nyawanya, tapi juga nyawa calon buah hatinya.

Terbukti setelah mengonsumsi vitamin B6, Novi merasa tidak enak badan, mulai pusing, mual, hingga muntah-muntah. Bahkan yang lebih parah, Novi merasakan nyeri pada kandungannya.

Selanjutnya Novi melaporkan Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, Jakarta Utara, kepada Polsek Metro Penjaringan sebab diduga telah memberikan vitamin kedaluwarsa kepadanya. Terlebih lagi, Novi sudah mengonsumsi vitamin B6 sejak Juli lalu.

"Menurut kami, kasus ini adalah masalah serius. Apalagi ini terhadap seorang manusia yang sedang berbadan dua. Tentunya ada dua nyawa, tidak hanya nyawa ibu, tapi juga bayi yang dikandungnya," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto saat dikonfirmasi, kemarin.

Pihak kepolisian merespons kejadian itu dengan membuka kesempatan kepada warga yang merasa memiliki ciri-ciri sama seperti Novi untuk segera melapor ke polisi. Pasalnya vitamin kedaluwarsa itu diduga tidak hanya yang dikonsumsi Novi. Diduga, masih ada korban selain Novi yang sudah mengonsumsi obat atau vitamin kedaluwarsa dari Puskesmas Kelurahan Kamal Muara.

Ternyata ada satu orang yang mengaku jadi korban. Namanya Winda Dwi Lestari, 23. Dia mengalami ciri-ciri seperti Novi.

Hendi Wijaya, 26, suami Winda baru menyadari bahwa vitamin yang dikonsumsi istrinya sudah kedaluwarsa ketika dirinya membaca berita. Padahal, Winda telah mengonsumsi 15 vitamin. Selanjutnya Winda mengajukan laporan kepada Polsek Metro Penjaringan yang diwakili Hendi, Rabu (21/8).

Budhi mengatakan polisi sudah meminta bukti-bukti dari Winda guna memastikan apakah korban kedua itu benar mengalami hal yang sama seperti korban pertama.

"Tapi, apakah semua pasien dikasih vitamin B6 atau tidak, ini yang sedang kami dalami. Kalau kami menanyakan berapa jumlah pasien, tentunya banyak sekali yang berobat di puskesmas tersebut mulai April hingga Agustus," jelas Budhi.

Kemudian, ujar Budhi, polisi akan mendalami data pasien-pasien tersebut. "Pasien mana yang di dalam hasil setelah proses pemeriksaannya itu diberi obat atau diberi vitamin B6 yang kita duga telah kedaluwarsa," imbuhnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pemantauan dan penindakan atas kejadian tersebut. "Ada aturannya. Ada tata kelolanya. Bila ada tindakan yang tidak sesuai dengan aturan, akan ada sanksinya. Apoteker sudah dibebastugaskan," ungkapnya seusai rapat di Gedung DPRD DKI, kemarin.

Anies juga memastikan Dinas Kesehatan DKI akan terus memantau kesehatan ibu dan janinnya termasuk memberikan semua dukungan pelayanan agar dampaknya minimum. (Iam/Put/J-2)

BERITA TERKAIT