23 August 2019, 08:41 WIB

Titik Panas Karhutla di Sejumlah Daerah Menurun


Dhk/LN/FB/DW/SS/RF/DY/X-10 | Nusantara

ANTARA/MUSHAFUL IMAM
 ANTARA/MUSHAFUL IMAM
Petugas gabungan dari TNI dan Manggala Agni Daops Banyuasin memadamkan api di Desa Muara Baru Dua, Pemulutan, Ogan Ilir, Sumsel, kemarin.

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sepekan terakhir menurun tipis. Turunnya hujan di sejumlah wilayah rawan karhutla seperti di Kalimantan dan Riau turut menekan jumlah titik panas.

"Beberapa hari terakhir terjadi hujan di beberapa daerah dan menekan jumlah titik panas," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo, ketika dihubungi tadi malam.

BNPB menyebutkan, berdasarkan data Lapan per 22 Agustus 2019 pukul 18.00 WIB, tercatat 640 titik panas di seluruh wilayah. Jumlah itu menurun dari posisi per 15 Agustus 2019 yang jumlah titik panasnya sempat mencapai 1.092 titik.

Agus mengatakan berbagai pihak tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan prediksi musim hujan mundur hingga November mendatang. Cuaca kering di sejumlah wilayah masih akan berlanjut selama dua hingga tiga bulan ke depan.

Sinergi TNI, Polri, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun terus diperkuat melalui upaya pemadaman dan pencegahan. Patroli lapangan dan pengecekan titik panas dilakukan agar kebakaran bisa dipadamkan lebih dini.

"Turunnya hujan menekan banyak titik panas, tetapi setelah ini prediksinya cuaca akan kering berkepanjangan. Semua komponen tetap siap siaga agar kebakaran tidak meluas. Walaupun kebakaran yang sifatnya kecil, semua harus dipadamkan agar tidak bertambah luas," ujar Agus.

Kemarin, digelar Apel Siaga Pengendalian Karhutla di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Kabupaten Magelang, yang diikuti TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Kukuh Dwi Antono mengatakan sesuai arahan Presiden, semua harus siap dan tanggap mengantisipasi kemungkinan terjadinya karhutla di wilayah masing-masing.

"Makanya, kita diperintahkan untuk selalu siap melakukan upaya-upaya untuk mengurangi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan serta melakukan pemadaman agar lahan yang terbakar tidak semakin meluas," lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, mengatakan sudah menurunkan sejumlah personel untuk fokus memadamkan karutla di Desa Muara Medak, Musi Banyuasin.

Hingga saat ini luas lahan yang terbakar di perbatasan Jambi itu sudah mencapai 700 hektare.

''Jika dalam waktu 1-2 hari lagi belum juga padam, saya akan turunkan kembali tim agar pemadaman bisa tuntas,'' tegasnya. (Dhk/LN/FB/DW/SS/RF/DY/X-10)

BERITA TERKAIT