23 August 2019, 08:13 WIB

Tindak Tegas Aparat Rasialis


Mal/MS/OL/FL/DW/FL/Ant/X-6 | Politik dan Hukum

ANTARA/OLHA MULALINDA
 ANTARA/OLHA MULALINDA
Menko Polhukam Wiranto bersama Panglima TNI, Kapolri dan Gubernur Papua Barat

PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menindak tegas jika ada anggotanya yang melakukan persekusi dan bertindak rasialis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya.

Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menyebut harus ada penegakan hukum terhadap tindakan tersebut. "Presiden kemarin juga sudah menyampaikan kepada Panglima TNI, kalau memang ada aparatnya yang nyata-nyata melakukan hal seperti itu (rasialis), tindak, enggak ada alasan," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Moeldoko menyebut tindakan rasialis tidak dibenarkan dan tidak boleh terjadi apalagi dilakukan aparat negara. "Jelas-jelas oknum yang tidak memahami situasi lingkungan yang begitu dinamis," kata Moeldoko.

Presiden, kata Moeldoko, langsung memanggil Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Tito Karnavian, dan Menko Polhukam Wiranto setibanya di Jakarta seusai kunjungan ke Nusa Tenggara Timur pada Rabu (21/8) malam.

Presiden juga terus memantau situasi di Papua dan Papua Barat. Dia menyebut kondisi di dua wilayah itu sudah kondusif. Jokowi menyatakan sudah menjadwalkan pertemuan dengan tokoh adat dan agama Papua dan Papua Barat pekan depan guna membahas kondisi pascarusuh dan upaya peningkatan kesejahteraan di sana.

Pada bagian lain, Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Menko Polhukam Wiranto tiba di Manokwari, Papua Barat, kemarin. Dalam kesempatan tersebut Wiranto meminta semua pihak membangun kesadaran bersama bahwa insiden itu tidak perlu dilanjutkan dan diperpanjang. (Mal/MS/OL/FL/DW/FL/Ant/X-6)

BERITA TERKAIT