23 August 2019, 07:59 WIB

Di Kaltim, Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia


Nur Aivanni | Nusantara

MI/Panca
 MI/Panca
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil 

CALON ibu kota baru Republik Indonesia akhirnya mengerucut ke Provinsi Kalimantan Timur.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengemukakan hal tersebut kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin.

"Ibu kota dipindahkan ke Kalimantan Timur. Nanti lahan yang disiapkan untuk tahap pertama sekitar 3.000 hektare (ha), tetapi lokasi spesifiknya belum," kata Sofyan.

Sofyan menambahkan, lahan yang disiapkan untuk ibu kota baru seluas 200.000 ha hingga 300.000 ha.

"Ibu kota baru didesain sebagai kota taman. Orang bisa hidup sehat, udaranya bersih sehingga kita harapkan berkembang menjadi kota menarik untuk tempat hidup," lanjut Sofyan.

Menurut Sofyan, tahap pertama pembangunan ibu kota baru antara lain kantor presiden, gedung kementerian, dan gedung DPR. Lahan yang digunakan sebagian besar milik negara. "Dengan demikian, biaya pembebasan tanah dapat diminimalisasi."

Dari Istana Bogor, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo menyatakan lokasi ibu kota baru Indonesia masih menunggu hasil kajian. "Masih tunggu satu atau dua kajian. Akan diumumkan pada waktunya."

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pun menutup rapat ke provinsi mana ibu kota akan dipindahkan. "Pemerintah menyiapkan lahan 6.000 ha untuk pusat pemerintahan. Seluas 3.000 ha untuk gedung. Pasti ada ruang terbuka untuk infrastruktur. Jadi, kira-kira 3.000 ha untuk gedung-gedung. Ibu kota dibangun dekat kota yang sudah ada infrastrukturnya."

Bambang menambahkan ibu kota baru nanti menerapkan konsep kota cerdas yang mo-dern, infrastrukturnya lengkap, ada transportasi umum yang layak dan nyaman.

Tiga kekuatan

Peneliti dan Manajer Kemit-raan Smart City Universitas Indonesia, Ahmad Gamal, mengungkapkan untuk dapat mewujudkan konsep kota cerdas di ibu kota baru dibutuhkan pendekatan triple helix yang menggabungkan kekuat-an pemerintah, akademisi, dan industri.

Dari sisi konektivitas transportasi, Kementerian Perhubungan telah membuat rancangan ideal ibu kota yang nanti menjadi megacity.

"Di ibu kota baru dihadirkan angkutan massal seperti MRT, LRT, dan bus rapid transit. Kita rencanakan, tetapi dibangun 10 tahun atau 20 tahun lagi, termasuk bandara dengan panjang runway minimal 3.000 meter," tutur Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Hotel Pullman, kemarin.

Dalam menanggapi penetapan Kaltim sebagai lokasi ibu kota baru, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan kepastian itu harus dibarengi peningkatan SDM di daerah.

"Kami akan memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa jika ibu kota di Kaltim itu merupakan kontribusi warga lokal untuk membangun negara," ungkap Isran.

Sementara itu, anggota Komisi II DPR Yandri Susanto mendesak pemerintah melibatkan dewan dalam pembahasan pemindahan ibu kota.

"Pemerintah sebaiknya mengirimkan draf RUU tentang pemindahan ibu kota untuk dibahas di DPR," ujarnya. (Mal/Aiw/Mir/Uta/KG/X-3)

BERITA TERKAIT