23 August 2019, 09:45 WIB

Pemkab Flotim Minta Bantuan BNPB untuk Layanan Air Bersih


Ferdinandus Rabu | Nusantara

MI/M Taufan SP Bustan
 MI/M Taufan SP Bustan
Ilustrasi--Sejumlah warga mengambil air bersih yang didistribusikan  di Dusun VI Lompio, Desa Maranata.

PEMERINTAH Kabupaten Flores Timur (Flotim) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan anggaran lebih dari Rp5 miliar untuk pelayanan air bersih saat musim kemarau ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga kepala BPBD Flotim Paulus Igo Geroda saat dikonfirmasi, Kamis (22/8), mengakui saat ini pemerintah daerah membutuhkan anggaran lebih banyak untuk mengatasi dampak kekeringan terkait pelayanan air bersih.

"Kami melalui BPBD Flotim telah mengajukan proposal bantuan ke BNPB pusat melaui BPBD provinsi terkait dampak kemarau untuk membantu pelayanan air bersih di daerah ini. Proposal bantuan kami berupa baantuan uang dan benda senilai Rp5 milar lebih dan proposal untuk bantuan berupa benda berupa tiga mobil tangki air. Bantuan ini kami harapkan mapmu membantu melayani air bersih di sejumlah wilayah yang saat ini sangat sulit ketersediaan airnya," jelas Paulus.

Lebih lanjut Paulus pun menambahkan proposal yang diajukan hingga kini masih menunggu rekomendasi provinsi untuk selanjutnya diteruskan ke BNPB pusat.

Baca juga: Kebakaran Hutan Terus Bermunculan di TN Tesso Nilo

"Kami sangat berharap proposal bantuan dapat direstui karena saat ini proposal bantuan tersebut masih di BPBD Provinsi untuk mendapatkan rekomendasi. Karena aturannya memang harus ada rekomendasi dari provinsi. Proposal yang kami ajukan tersebut diyakini mampu menjawab keluhan selama ini terkait pelayanan air bersih yang belum maksimal di daerah ini," ujar Paulus.

"Selain itu, kami juga butuh tambahan tiga mobil tangki air karena mobil tangki yang kami miliki saat ini belum mampu menjangkau dan melayani seluruhnya. Minimal satu kecamatan memiliki dua tangki air untuk menjangkau wilayah Flotim yang merupakan kepulauan ini. Ada beberapa mobil tangki juga yang pemda miliki dan sudah kami bantu ke sejumlah kecamatan untuk membantu pelayanan air bersih di sana, tetapi tentunya masih belum maksimal, sehingga butuh lagi tambahan bantuan mobil tangki air," jelas Paulus.

Sementara itu, terkait kemarau, selain berupaya mengatasi pelayanan air bersih, pemerintah daerah juga terus berupaya melakukan perbaikan sejumlah jaringan irigas yang ditengarai terus menurun debit airnya.

Melalui dinas pertanian, para petugas pun rutin turun memantau lahan-lahan tanam warga yang terdampak kekeringan untuk bisa memberikan bantuan awal, sehingga lahan kering tersebut tetap dioptimalkan dengan sejumlah tanaman alternatif lainnya selain padi. (OL-2)

BERITA TERKAIT