23 August 2019, 07:09 WIB

Sidak Kemendag dan Aprindo Temukan Produk Berlabel Palm Oil Free


Faustinus Nua | Ekonomi

MI/Faustinus Nua
 MI/Faustinus Nua
Sidak yang dilakukan Kemendag

INSPEKSI mendadak (sidak) yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menemukan adanya produk berlabel palm oil free. Sidak tersebut dilakukan di 16 lokasi pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (22/8).

"Ada laporan dari salah satu media online atau asosiasi terkait klaim produk palm oil free yang diproduksi salah satu UMKM. Dengan informasi atau aduan dari asosiasi tersebut, kita melakukan tindak lanjut," kata Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kemendag Ojak Simon Manurung.

Dalam sidak tersebut, ditemukan produk yang berlabel palm oil free di dua lokasi pusat perbelanjaan. Tim gabungan Kemendag dan Asprindo pun dengan tegas meminta pihak retail tidak lagi memperdagangkan produk tersebut.

"Di dua tempat itu memang kita menemukan ada produk tersebut beredar. Kita sudah meminta menurunkan dari display supaya tidak diperdagangkan lagi," imbuhnya.

Ojak menjelaskan klaim palm oil free harus dibuktikan sesuai regulasi. Hal itu mengacu pada UU Perlindungan Konsumen pasal 8 yang berbunyi, "Pelaku usaha dilarang memproduksi atau memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut."

Baca juga: Kadin: Pemangkasan Suku Bunga BI Bantu Dunia Usaha

"Itu mesti dibuktikan dulu benar atau tidak. Ada beberapa parameter yang dilanggar baik dari sisi Badan POM maupun institusi lain. Maka Badan POM mengimbau untuk tidak diperdagangkan lagi dan harus memperbaiki labeling", katanya

Sidak Kemendag bersama Aprindo untuk memastikan produk dengan label palm oil free sudah tidak beredar lagi. Hal ini berhubung adanya imbauan Badan (BPOM) yang melarang penggunaan label palm oil free dalam kemasan produk.

Selaku asosiasi yang bertanggung jawab terhadap perdagangan produk tersebut, Aprindo mendukung langkah Kemendag menindaklanjuti imbauan BPOM.

Oleh karena itu, Aprindo turut bergabung bersama tim Kemendag untuk memastikan tidak ada lagi pelabelan palm oil free.

"Kita ingin memastikan anggota-anggota dari Aprindo ini mematuhi aturan dari Badan POM dan pemerintah," kata Nur Rachman selaku perwakilan Aprindo.

Sementara itu, Kemendag belum memperlakukan sanksi terhadap UMKM yang memasang label palm oil free. Hal itu mengingat banyaknya UMKM yang belum mengetahui adanya imbauan atau larangan BPOM tersebut.

Kemendag dan institusi terkait seperti BPOM maupun Kemenperin akan memeberikan edukasi terlebih dahulu kepada pelaku UMKM. (OL-2)

BERITA TERKAIT