23 August 2019, 07:00 WIB

Tinjau UIII, Wapres Optimistis


(Dro/KG/Ant/H-3) | Humaniora

ANTARA  /Asprilla Dwi Adha/hp.
 ANTARA /Asprilla Dwi Adha/hp.
WAPRES TINJAU PEMBANGUNAN UIII

WAKIL Presiden Jusuf Kalla meninjau proses pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, kemarin. JK mengunjungi tiga lokasi pembangunan yakni penataan Infrastruktur Kawasan, asrama mahasiswa UIII, dan rektorat fakultas dan plaza 3 pilar.

Pembebasan lahan yang menjadi kendala pembangunan, ujar JK, harus diselesaikan dalam waktu dekat sehingga target operasional tahun depan dapat terlaksana.

"Lahan yang harus kita selesaikan agar mempercepat prosesnya. Itu memang persoalan Gubernur dan wali kota, nanti akan segera terbitkan surat keputusan (SK) soal penertibannya," tutur JK.

General Manager Proyek PT Wika Yulianto mengatakan untuk asrama mahasiswa dan perumahan dosen, masih ada lahan yang belum dapat digarap. "Di sini ada sekitar 9% yang belum bisa dikerjakan (karena terhambat pembebasan lahan). Nanti ditargetkan selesai Oktober 2019," ujar Yulianto.

JK menambahkan, ia yakin penerimaan mahasiswa baru tahun 2020 dapat berjalan sesuai dengan target. "Pada penerimaan (mahasiswa) pertama itu sekitar 500, dan bertahap tidak sekaligus," imbuh JK.

Pada kesempatan terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UIII, Syafrizal mengatakan pembangunan UIII Tahap I ditargetkan rampung pada Februari 2019. Menyoal masalah uang kerohiman, Syafrizal menyatakan tidak ada masalah, warga tinggal mengambil uang yang telah ditentukan Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP).

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Daud Achmad menjelaskan, pemprov akan melakukan langkah penertiban untuk mengatasi masalah pembebasan lahan tersebut. "Lahan tersebut ialah milik RRI, tapi ada yang diokupasi masyarakat, ada yang berkebun, ada yang bertanam," imbuh Daud.

Menurut Daud, pemprov telah memberikan santunan kepada yang terdampak meskipun masih ada penolakan dari masyarakat. (Dro/KG/Ant/H-3)

BERITA TERKAIT