20 August 2019, 07:35 WIB

BNPB Sebut Jumlah Titik Panas Menurun


Dhika kusuma winata | Humaniora

Antara/ Aprillio Akbar
 Antara/ Aprillio Akbar
Agus Wibowo

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut titik panas kebakaran hutan dan lahan dalam sepekan terakhir menurun tipis. Turunnya hujan di sejumlah wilayah rawan karhutla seperti di Kalimantan dan Riau turut menekan jumlah titik panas.

"Beberapa hari terakhir terjadi hujan deras di beberapa daerah dan menekan jumlah titik panas," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo kepada Media Indonesia, Kamis (22/8).

BNPB menyebutkan berdasarkan data katalog modis Lapan per 22 Agustus pukul 18.00, tercatat 640 titik panas di seluruh wilayah. Jumlah itu menurun dari posisi per 15 Agustus yang jumlah titik panasnya sempat mencapai 1.092 titik.

Baca juga: Penggunaan Bajakah untuk Terapi Kanker belum Teruji Klinis

Agus mengatakan berbagai pihak tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah mengumumkan prediksi musim hujan mundur hingga November mendatang. Cuaca kering di sejumlah wilayah masih akan berlanjut selama dua hingga tiga bulan ke depan.

Sinergi dengan TNI, Polri, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun terus diperkuat melalui upaya pemadaman dan pencegahan. Patroli lapangan dan pengecekan titik panas dilakukan agar kebakaran bisa dipadamkan lebih dini.

"Turunnya hujan menekan banyak titik panas tetapi setelah ini prediksinya cuaca akan kering berkepanjangan. Semua komponen tetap siap siaga agar kebakaran tidak meluas. Walaupun kebakaran yang sifatnya kecil semua harus dipadamkan agar tidak bertambah luas," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT