22 August 2019, 21:45 WIB

Moeldoko Sebut Pembatasan Internet di Papua demi Keamanan


Sri Yanti Nainggolan | Politik dan Hukum

MI/Rommy Pujianto
 MI/Rommy Pujianto
Kepala  Staf Kepresidenan Moeldoko

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menganggap pemblokiran layanan data telekomunikasi di Papua sebagai bagian dari penjagaan keamanan. Belum ditentukan sampai kapan kebijakan itu berlangsung.
 
"Keamanan nasional diperlukan. Tapi tak seterusnya (pembatasan internet)," kata dia saat ditemui media di Jakarta, Kamis (22/8).
 
Menurut dia, tindakan ini masuk dalam langkah preventif. Dia juga menjamin keselamatan dan keamanan para pekerja di Papua yang tengah membangun infrastruktur. Aparat keamanan akan dikerahkan untuk masalah ini.

"Karena pekerjaan atau pembangunan di Papua tak boleh berhenti oleh situasi apa pun. Itu tekad Presiden (Joko Widodo). Apa pun yang terjadi, jalan terus," jelas dia.


Baca juga: Pekan Depan, Jokowi Undang Tokoh Adat dan Agama Papua ke Istana

 
Kondisi di Papua menghangat setelah sejumlah pemuda diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terlibat bentrok dengan warga sekitar di Perempatan Rajabali, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (15/8). Bentrokan bermula para mahasiswa Papua berunjuk rasa memperingati 57 tahun perjanjian New York, Amerika Serikat.
 
Di sela-sela aksi bertemakan 'Amerika Serikat Harus Bertanggung Jawab Atas Penjajahan di West Papua' itu, keributan antara pedemo dan warga terjadi. Aksi saling lempar batu antara warga yang berusaha mencegah unjuk rasa tak terelakan.
 
Aksi di Malang itu mendapat protes dari masyarakat di Manokwari, Papua Barat. Masyarakat Manokwari melakukan aksi damai pada Senin (19/8). Namun, aksi damai ini berbuntut kerusuhan.
 
Aksi juga bermunculan di Sorong, Papua Barat. Sejumlah fasilitas umum seperti Kantor DPRD, Bandara Domine Eduard Osok, dan Lapas Kota Sorong rusak. Demonstrasi pun merembet hingga ke Fakfak, Papua Barat, dan Mimika, Papua. (Medcom/OL-1)

 

BERITA TERKAIT