22 August 2019, 20:22 WIB

Jangkauan Layanan Makin Luas dengan Satelit Kedua


Teguh Nirwahyudi | Ekonomi

Dok BRI
 Dok BRI
 Direktur Digital Banking & Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo (kanan)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk akan menambah kapasitas bandwith (lebar pita) jaringan dengan meluncurkan satelit baru. Hal itu dilakukan guna meningkatkan layanan terhadap nasabah yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di seluruh pelosok Tanah Air,

BRI tidak meluncurkan satelit tersebut sendiri tetapi bersama perusahaan penyedia layanan telekomunikasi lain sebagai mitra strategis, yaitu PT Satkomindo Mediyasa.

Hal ini dikemukakan Direktur Teknologi Informasi & Operasi BRI, Indra Utoyo, dalam diskusi bersama media di kawasan Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (22/8).

"Konteksnya sebagai bank mikro kami ingin lebih banyak melayani nasabah di daerah 3T tersebut. Penggunaan satelit amat menunjang fleksibilitas kami di berbagai lokasi seperti untuk anjungan tunai mandiri dan kemudahan operasi para agen BRILink. Satelit lebih memungkinkan ketimbang pengunaan teknologi kabel serat optik," kata Indra.

Menurut Indra, saat ini satelit BRI (BRISat) yang diluncurkan pada 19 Juni 2016 di atas orbit kawasan timur Indonesia tersebut menjangkau sekitar 17 ribu titik bisnis di semua daerah di Tanah Air. Namun, layanan BRISat yang berakhir pada 2023 tersebut sekarang kapasitasnya sudah hampir penuh.

Teknologi satelit baru yang nanti mengorbit di atas wilayah barat Nusantara itu sudah mencakup jangkauan frekuensi luas untuk mengirim dan menerima data (broadband) dengan kapasitas jauh lebih besar dari BRISat.

"Kapasitas BRISat itu 4 gigabytes per detik. Sedangkan sekarang satu satelit itu dapat mencapai 150 gigabytes. Katakanlah 40 kali lipat. Untuk itu kami perlu mencari opsi kemitraan strategis. Dalam hal ini BRI sebagai inisiator menggandeng Satkomindo sebagai mitra strategis," lanjut Indra.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer PT Satkomindo Mediyasa, Abing Rabani, menambahkan peluncuran satelit baru akan dilakukan pada 2023 setelah BRISat berakhir masa tugasnya.

"Tugas kami melakukan diversity untuk meningkatkan kemanfaatan satelit. Satkomindo perlu waktu tiga tahun untuk merancang desain, mengembangkan, dan meluncurkan satelit. Dalam waktu dekat, kami mengumpulkan para investor yang berminat untuk bergabung dalam kerja sama pemanfaatan satelit berkapasitas 150 gigabytes tersebut," ujar Abing Rabani.

Soal pendanaan, menurut Abing, Satkomindo membuka seluas-luasnya peluang kerja sama dengan perusahaan nasional maupun internasional tidak hanya BRI. "Sudah banyak perusahaan asing yang tertarik. Kami optimistis tidak hanya BRI melainkan juga perusahaan lain." (OL-8)

BERITA TERKAIT