22 August 2019, 18:15 WIB

Pengelolaan Risiko sangat Baik, Bank BJB Raih Top GRC 2019


Antara | Ekonomi

Ist
 Ist
Direktur Kepatuhan Bank BJB, Agus Mulyana, saat menerima penghargaan Top GRC 2019 dan The Most Committed GRC Leader 2019.

BANK BJB mendapatkan penghargaan Top GRC 2019 #4 Stars dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan sehingga mampu menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan sangat baik.  

"Perusahaan menyadari berbagai langkah usaha yang dilakukan perseroan harus dilandasi oleh tujuan mulia untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi negeri. Seluruh keputusan perusahaan selalu didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, didukung analisis tajam untuk melihat berbagai peluang dan ikhtiar nyata demi mempertahankan kebutuhan nyata dan berkelanjutan," kata Direktur Kepatuhan Bank BJB Agus Mulyana di Jakarta, Kamis (22/8).

Dewan juri menilai sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), manajemen risiko dan manajemen kepatuhan di Bank BJB, berada di tingkat yang sangat baik sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis perusahaan yang berkelanjutan.

Direktur Kepatuhan Bank BJB, Agus Mulyana, juga didapuk sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang ini.

Top GRC merupakan kegiatan pembelajaran bersama tentang governance, risk, and compliance sekaligus apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berkinerja baik dan telah menerapkan GRC dalam pengelolaan usaha bisnisnya.


Baca juga: BI Pangkas Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya


Bank BJB sendiri selalu menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau GCG dalam setiap langkah usahanya. Penerapan sistem tata kelola ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menghindari potensi fraud yang merugikan berbagai pihak dari beragam aspek.

GCG Bank BJB telah terbukti bekerja dengan baik dan beberapa kali membuat perbankan diganjar penghargaan, tak terkecuali dari lembaga antirasywah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pola manajemen risiko yang diterapkan bank bjb selama ini terbukti berhasil memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan. Hal tersebut bisa dilihat dari kualitas kredit Bank BJB yang berhasil dijaga dengan baik misalnya.   

Catatan perseroan pada Semester I 2019 rasio Non Performing Loan (NPL) Bank BJB terjaga di level 1,7% atau lebih baik jika dibandingkan dengan rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 yang sebesar 2,61%. Sementara rasio Net Interest Margin (NIM) Bank BJB  berada pada level 5,7% atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9%.  

Sedangkan dari segi kinerja, tercatat total aset bank BJB berhasil tumbuh 6,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7% yoy.

Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2% yoy. (OL-1)

BERITA TERKAIT