22 August 2019, 16:54 WIB

Bappenas: Ibu Kota Baru Terapkan Konsep Smart City


Kisar Rajaguguk | Ekonomi

ANTARA/Hafidz Mubarak A
 ANTARA/Hafidz Mubarak A
Foto udara kawasan Bukit Nyuling, Tumbang Talaken Manuhing, Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Kamis (25/7), bakal calon ibu kota baru.

IBU Kota baru di wilayah Kalimantan akan diterapkan konsep Smart City. Penerapan smart city itu tujuannya agar Ibu Kota menjadi kota berkelanjutan yang semakin nyaman ditinggal oleh penduduknya.

Demikian dikatakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro dalam Diskusi terbuka bertajuk " Perencanaan dan Pembangunan Ibu Kota baru berbasis Smart City" di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kamis (22/8).

"Kami akan terapkan konsep smart city disana. Ibu kotanya harus modern. Infrastrukturnya harus lengkap. Pelayanan publiknya baik. Transportasi umumnya layak digunakan dan nyaman. Kami juga akan membangun Universitas kelas dunia di sana," katanya.

Bambang menegaskan, Ibu Kota negara harus dipindahkan. Hal itu mengingat beban Jakarta sudah demikian berat.

Bambang juga menegaskan, pembangunan di Ibu kota yang baru harus merata dan juga dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Smart city untuk ibu kota baru nantinya, juga harus menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali atau liveable city.

Misalnya dari sisi air, seharusnya masyarakat tidak perlu lagi membayar untuk mendapatkan air. Selain itu, air dapat langsung dikonsumsi dari keran secara langsung. 

"Di sini diperlukan peran-peran dari para akademisi dan juga sektor swasta untuk sama bersinergis untuk mewujudkan smart city," ujar Bambang.

Bambang mengungkapkan, salah satu kota yang menjadi rujukan smart city di dunia ialah Melbourne di Australia. Jika melihat ke atas langit Melbourne, dapat terlihat dengan jelas langit biru cerah yang menandakan kota tersebut terbebas dari polusi udara. 

"Kalau di Jakarta beda. Lihat ke atas, langitnya penuh haze/kabut tapi karena polusi udara bukan karena sejuknya udara," ujar Bambang. 

Tanpa disadari banyak orang, Bambang melanjutkan, Jakarta sendiri sebenarnya terus tenggelam tiap tahunnya yakni sebanyak 6 centimeter per tahunnya. 

"Untuk daerah di Muara Baru, bisa tenggelam sampai 25 centimeter per tahun," tambahnya.

Baca juga: Demi Ibu Kota Baru, AP II Benahi Bandara di Kalimantan

Di Kesempatan yang sama, Peneliti dan Manager Kemitraan Smart City Universitas Indonesia Ahmad Gamal mengungkapkan, untuk dapat mewujudkan konsep kota cerdas di ibu kota baru dibutuhkan pendekatan triple helix yang menggabungkan kekuatan antara pemerintah, akademisi dan industri. 

Ahmad Gamal lebih lanjut memaparkan, terdapat empat kriteria asesmen yang dapat menentukan idealnya lokasi ibu kota negara yakni standar lingkungan, standar infrastruktur, standar ekonomi dan standar sosial humaniora.

Kriteria tersebut dapat diobservasi menggunakan beberapa pengukuran dasar seperti data historis pergerakan tanah, pemetaan lahan dan lingkungan secara tiga dimensi menggunakan metode teknologi Light Detection and Rangking yang tengah dikembangkan oleh tim peneliti Smart City Universitas Indonesia.

Dalam diskusi ini juga dipaparkan olehnya, peran Honeywell dalam pengenalan teknologi kota cerdas ke Indonesia.

Sementara itu, Presiden Direktur Honeywell Indonesia Roy Kosasih mengatakan, sebagai perusahaan yang berbasis teknologi dari Amerika, Honeywell telah membantu beberapa kota pintar yang memiliki pertumbuhan pesat dengan teknologi internet of things. (IoT).

IoT digunakan untuk mengatasi berbagai tantangan seperti meningkatkan keamanan, manajemen lalu lintas, pemantauan kerumunan hingga keselamatan pejalan kaki.

Beberapa kota yang telah ditangani oleh Honeywell adalah kemitraan untuk mendukung pemerintah Uni Emirat Arab dalam pengembangan kota yang lebih cerdas, ibu kota Administratif baru Kairo Baru di Mesir.

Melihat dari bentangan alam Kalimantan, lanjut dia, konsep smart city ini akan menyesuaikan dengan konsep tata kota dan tata ruang yang ada disana. Teknologi apa yang akan kami terapkan tentunya akan disesuaikan.

"Tentunya konsep yang nantinya kami terapkan ini akan sangat menunjang sesuai dengan keadaan alam di Kalimantan," ujar Roy. (A-4)

BERITA TERKAIT