21 August 2019, 23:03 WIB

Selangkah Lagi, RI Punya Kesepakatan Dagang dengan Negara Afrika


Andhika Prasetyo | Ekonomi

INDONESIA memasuki babak baru dalam pencapaian kesepakatan bilateral. Untuk pertama kalinya, Indonesia akan memiliki perjanjian kerja sama perdagangan dengan negara di Afrika yakni Mozambik yang dituangkan dalam Indonesia Mozambik Preferential Trade Agreement (IM-PTA)

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, secara teknis perjanjian telah selesai. Kedua belah pihak hanya tinggal melakukan penandatanganan. Saat ini, tim teknis kedua negara sedang berkoordinasi menentukan waktu yang tepat.

"Selesainya perundingan IM-PTA merupakan sejarah baru bagi Indonesia. Ini adalah perundingan pertama yang diselesaikan dengan negara di kawasan Afrika. Negosiasi ini juga relatif cepat karena baru diluncurkan April 2018 dan kini telah selesai," ujar Enggartiasto Lukita di Nusa Dua, Bali (21/8).

Mengacu pada rencana awal, jelas Enggartiasto, penandatanganan seharusnya dilakukan di sela-sela Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID). Namun, karena ada kesibukan politik di dalam negeri menjelang pemilihan umum, Menteri Perdagangan Mozambik tidak dapat hadir ke Indonesia.

Diharapkan, penandatanganan dapat dilaksanakan paling lambat September mendatang.

"Menteri Mozambik telah menyampaikan permohonan maaf. Akhirnya mereka mengundang kami untuk melakukan penandatanganan di sana," ucapnya.

Berdasarkan data Kemendag, total perdagangan kedua negara pada 2018 sebesar US$91,88 juta. Secara rinci, ekspor Indonesia ke Mozambik tercatat US$61,4 juta dan mengimpor sebanyak US$30,5 juta. Artinya, Indonesia menikmati surplus US$30,9 juta.

Jika IM-PTA sudah ditandatangani dan berlaku efektif, Enggartiasto optimistis nilai perdagangan kedua negara dapat tumbuh signifikan.

Pasalnya, tiap-tiap negara sepakat menurunkan 200 pos tarif di kisaran 20%-50%.

Adapun, produk Indonesia yang mendapat preferensi tarif meliputi minyak kelapa sawit, sabun, produk perikanan, buah-buahan, margarin, karet, produk kertas, alas kaki serta produk tekstil.

Hal tersebut jelas menggembirakan. Selama ini, dengan bea masuk yang cukup tinggi, minyak sawit Indonesia bisa membukukan penjualan hingga US27,3 juta dan sabun yang mencapai US$9,8 juta.

Baca juga: Balas Diskriminasi Eropa, Indonesia Setop Impor Pesawat Airbus

Dua produk tersebut merupakan komoditas ekspor utama yang sangat diminati Mozambik.

Sebaliknya, Indonesia memberikan preferensi tarif untuk produk-produk asal Mozambik seperti kapas, tembakau dan buah-buahan.

"IM-PTA diharapkan dapat memberikan keuntungan dan dampak perekonomian yang cepat serta meningkatkan perdagangan kedua negara," tandasnya. (X-15)

BERITA TERKAIT