21 August 2019, 19:25 WIB

Korban Tewas Ledakan Truk di Tanzania Capai 100 Orang


Tesa Oktiana Surbakti | Internasional

AFP
 AFP
Korban Ledakan Truk di Tanzania

KORBAN tewas akibat ledakan truk bahan bakar di Tanzania mencapai 100 orang, setelah beberapa korban meninggal karena luka bakar parah. Insiden mematikan terjadi pada 10 Agustus lalu.

Juru bicara Rumah Sakit Nasional di Dar es Salaam, Aminiel Aligaesha, mengungkapkan 2 orang tewas pada Selasa (20/8) siang waktu setempat. Sedangkan 1 korban lainnya menghembuskan napas terakhir pada Selasa malam.

"Jumlah korban tewas mencapai 100 orang," terang Aligaesha.

Ketika peristiwa kecelakaan terjadi, setidaknya 30 orang meninggal. Bola api besar menghantam kerumunan orang yang menampung bahan bakar dari sebuah tanker terbalik dekat Morogoro, berjarak 200 kilometer (km) dari Dar es Salaam.


Baca juga: Greenland tak Bisa Dibeli, Trump Batalkan Kunjungan ke Denmark


Para pejabat menyebut ledakan dipicu seorang pria yang mencoba mengambil baterai truk. Tindakan yang menimbulkan percikan api hingga menyalakan bahan bakar. Seorang dokter mengungkapkan sebagian besar korban yang selamat dari ledakan, awalnya menderita luka bakar lebih dari 80%.

"Kami berupaya melakukan yang terbaik. Tetapi, mayoritas korban dalam kondisi kritis," tutur dokter dengan permintaan anonim.

Sebagian besar korban adalah pengemudi taksi motor, yang bergegas ke lokasi kejadian untuk menyedot bahan bakar. Insiden terbaru dari serangkaian bencana di Afrika, setidaknya yang ketiga dalam tahun ini.

Bulan lalu, 45 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka di Nigeria. Sebuah tanker bensin jatuh dan akhirnya meledak, ketika warga lokal mencoba mengambil bahan bakar. Tragedi terparah terjadi di Republik Demokratik Kongo pada Juli 2010.

Sekitar 292 orang tewas dalam insiden tersebut. Sementara itu, pada September 2015, sebanyak 203 orang tewas dalam ledakan serupa di Maridi, Sudan Selatan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT