21 August 2019, 09:50 WIB

Ternyata Fakta Lebih Menarik


Thalatie K Yani | Weekend

123rf
 123rf
Fakta lemah membuat cerita lebih persuasif.

Hati-hati saat bercerita. Berdasarkan data terbaru, bercerita dapat mengurangi kredibilitas fakta.

Peneliti dari Northwestern University, Illinois meneliti hampir 400 orang dewasa yang dipublikasikan dalam the Society for Personality and Social Development. Mereka menemukan menutupi informasi dalam anekdot sering kali mengurangi dampaknya.  

Mereka juga menemukan cerita flamboyan seharusnya menggunakan fakta yang lemah sehingga bisa meningkatkan daya persuasif mereka. Tapi para akademisi mengingatkan ketika terkait data yang kuat, mereka lebih persuasif dan tidak membutuhkan narasi.

"Cerita membujuk setidaknya sebagian, dengan kemampuan mengganggu evaluasi fakta, dibandingkan membiasakan seseorang untuk berpikir positif," ujar Rebecca Krause, yang ikut menulis makalah dengan Derek Rucker sebagaimana disitat Daily Mail.

Untuk menguji teori ini, pasangan ini mempelajari 397 orang dewasa Amerika Serikat dengan memberikan mereka serangkaian fakta tentang merek ponsel fiktif, yang disebut Moonstone. Sebagian dari mereka hanya membaca fakta tentang produk tersebut, sedangkan sebagian membaca cerita yang berisi fakta. Peneliti menemukan fakta saja lebih persuasif dibandingkan cerita dengan fakta di dalamnya.

Tes itu pun kembali diulang Krause pada 389 peserta dan 293 peserta berbeda dengan cerita yang berbeda. Hasilnya sama seperti tes yang pertama kali dilakukan.

Mengacu pada hasil penelitian itu, para peneliti menyarankan cerita bisa mengarahkan orang menjauh dari informasi yang lemah dan mengurangi proses umum. Sehingga cerita menjadi persuasif ketika fakta lemah, tetapi kurang persuasif ketika fakta kuat.

"Mengetahui cerita dapat memberikan keuntungan paling persuasif bagi mereka yang memiliki argumen paling tidak menarik, bisa menjadi penting mengingat kekhawatiran tentang berita palsu," saran Krause.

"Tapi ini tidak berarti cerita mengindikasikan fakta yang lemah. Sebaliknya, ketika Anda merasa terdorong oleh cerita hebat, Anda mungkin ingin lebih memikirkan dan mempertimbangkan fakta untuk menentukan seberapa baik mereka," tambahnya. (M-3)
 
Baca juga : September Nanti Ada Jazz Di Tengah Pedesaan Borobudur
 

BERITA TERKAIT