20 August 2019, 20:51 WIB

Aksi Demo Damai di Empat Kota di Papua Berlangsung Aman


Antara | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Novrian Arbi
 ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Ikatan Mahasiswa Papua Sejawa-Bali melakukan aksi unjukrasa damai di Depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, kemarin.

KABID Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Kamal, Selasa malam mengatakan, aksi demo yang berlangsung di empat kota di Papua berjalan aman dan kondusif.

Secara keseluruhan situasi kamtibmas di Papua kondusif dan masyarakt beraktivitas secara normal termasuk di empat kota yang terjadi aksi demo damai.

Keempat kota yang digelar demo yakni Nabire, Serui, Merauke dan Biak, kata Kombes Kamal menjawab pertanyaan ANTARA di Jayapura.

Dikatakan, dari laporan yang diterima terungkap aksi demo damai yang dilakukan sebagai bentuk solidaritas masyarakat Papua atas kejadian di Surabaya dan Malang, mendapat pengawalan dari aparat gabungan TNI-Polri.

Baca juga: Wiranto: Kondisi Daerah Kondusif dan Tensi Turun

Aksi demo yang berlangsung damai itu para pendemo diterima bupati dan anggota forkopimda serta DPRD di keempat kota.

Selama melakukan aksi demo, para pendemo melakukan orasi dan meminta kasus tersebut diproses secara hukum yang berlaku di NKRI serta meminta pemerintah menjamin keamanan mahasiswa yang saat ini sedang kuliah diluar Papua sehingga tidak terganggu aktifitas studi mereka.

Di era demokrasi seperti saat ini, aksi demo atau menyampaikan aspirasi di muka umum boleh dilakukan siapa saja tetapi tetap mengacu kepada undang-undang yang berlaku dengan tidak melakukan aksi anarkis yang dapat menganggu ketertiban umum, kata Kombes Kamal.

Ketika ditanya tentang kondisi kamtibmas secara keseluruhan Kombes Ahmad Kamal mengatakan, secara keseluruhan kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua aman dan kondusif.

AktiVitas masyarakat khususnya di Jayapura dan sekitarnya berlangsung aman normal, kata Kamal seraya berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan berita yang belum tentu benar atau hoaks.

“Mari kita cermati berita atau informasi yang beredar di media sosial dan jangan menjadi penyebar berita yang belum tentu benar atau hoaks,” harap Kombes Kamal.(OL-4)

BERITA TERKAIT