20 August 2019, 21:00 WIB

Latancab Kartika Yudha 2019 Tingkatkan Kerja Sama Tempur TNI AD


Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum

 ANTARA FOTO/Seno/wsj.
  ANTARA FOTO/Seno/wsj.
 Latancab Kartika Yudha 2019

ASAP mengepul di tengah hutan belantara. Dentuman meriam dan tembakan bersahutan. Helikopter Apache AH-64E milik TNI lalu lalang sambil menembakkan peluru ke target berbendera merah tanda wilayah musuh yang harus dikuasai. Dari kejauhan tampak ratusan prajurit TNI tengah membentuk barisan mendekati wilayah musuh.

Di sisi para prajurit TNI telah berjalan kendaraan tempur Leopard 2RI, tank Marder dan ARV dari kesenjataan Kavaleri. Dari kejauhan alutsista tersebut menembakkan amunisi ke wilayah musuh dengan jarak lebih dari satu kilometer. Ketika amunisinya ditembakkan, getarannya hingga ke dada dan hampir memekakkan telinga.

Indonesia bukan tengah dilanda perang. Situasi tersebut merupakan gelaran Latihan Antar-kecabangan (Latancab) TNI AD Kartika Yudha 2019, Brigade Infanteri (Brigif) Para Raider-17/1 Kostrad di daerah latihan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja, Martapura, Sumatra Selatan.

Komandan Latancab Kartika Yudha 2019, Letjen TNI AM Putranto, mengatakan Latancab yang telah dimulai pada 4 Agustus ini melibatkan 5.000 prajurit dari berbagai kesatuan TNI AD. Senin (19/8), merupakan puncak Latancab TNI AD sebelum mengikuti latihan gabungan TNI yang digelar pada September mendatang.

Putranto mengatakan Latancab kali ini menekankan pada peningkatan profesionalisme dan kerja sama tempur prajurit dari tingkat perorangan hingga tingkat brigade dalam sebuah tim pertempuran. Selepas Latancab, keahlian para prajurit meningkat, khususnya dalam menggunakan senjata, kendaraan tempur, serta taktik bertempur.

"Latihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional prajurit TNI AD sehingga menjadi SDM yang unggul. Hal ini selaras dengan tema HUT Kemerdekaan RI ke-74, SDM Unggul Indonesia Maju," ujar Putranto.

Pada Latancab kali ini, Alutsista terbaru dan canggih ikut dikerahkan, yakni 8 unit kendaraan tempur Leopard 2RI, tank Marder dan ARV dari kesenjataan Kavaleri, roket Astros dan Meriam 155 dari kecabangan Armed, heli Apache AH-64E, heli serang BO 105 dan heli serang AS 550 Fennec dari kecabangan Penerbad, serta ATGM Jevelin dan Nlaw dari kecabangan Infanteri.

Disaksikan secara langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, latihan pertempuran juga terlihat jelas di layar raksasa yang dipasang di bukit pemantau. Terdengar suara dari protokoler yang menjelaskan dinamika pertempuran dan pergerakan alutsista.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengaku bangga dengan Latancab TNI AD kali ini. Ia melihat adanya peningkatan kerja sama tim dan peningkatan keahlian alutsista, khususnya pada alat tempur baru.

"Saya nilai bahwa latihan Kartika Yudha 2019 sukses, terbukti bahwa latihan dari tingkat perorangan, pleton, kompi, batalyon semua berjalan dengan sangat baik dan professional," ujar Hadi

Hadi menekankan pentingnya peningkatan kerja sama tim dan keahlian alat tempur baru, lantaran TNI AD ke depannya akan menghadapi perang modern. Negara lain tengah mempersiapkan alat tempur canggih dan prajurit TNI harus menjawab tantangan tersebut.

"Kita harus belajar dengan pengetahuan yang baru. Berdasarkan peralatan yang diberikan negara, termasuk kategori peralatan modern. Kalau kita paham, berbagai ancaman apapun, ancaman konvensional dan modern, semuanya akan bisa dihadapi dengan sukses, negara kita negara yang luas, Sabang sampai Merauke," kata Hadi kepada para prajurit TNI AD.

Wisata keluarga
Latancab TNI AD di daerah latihan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja, Martapura ini juga menjadi objek wisata masyarakat sekitar. Sejak pukul 08:00 pagi, masyarakat sekitar Kelurahan Batu Ampar, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu mulai memadati bukit pantauan.

Nuraini, 43, membawa anaknya, Zaki, yang berusia lima tahun. Ia membawa anaknya untuk melihat lebih dekat personel TNI. Ia berharap suatu saat nanti anaknya bisa menjadi prajurit TNI.

"Semoga nanti anak saya bisa jadi tentara," ungkapnya sambil mengelus kepala anaknya. Kemudian, ia dan anaknya berfoto bersama prajurit TNI yang ikut menyaksikan Latancab dari bukit tersebut.

Warga Baturaja lainnya, Iwan Setiawan membawa istri dan anaknya yang berumur 6 tahun. Ia mengatakan Latancab ini sebagai hiburan bagi anaknya.

Panas terik pada siang hari tidak menyurutkan antusias anaknya ketika melihat atraksi prajurit TNI. Beberapa kali anaknya bertepuk tangan ketika melihat helikopter Apache dan prajurit beraksi melalui layar raksasa.

"Lumayan buat hiburan gratis buat anak-anak. Walaupun agak panas, tapi mereka senang," kata Iwan. (P-2)

BERITA TERKAIT