20 August 2019, 19:55 WIB

Seleksi Nasional Calon Kompetitor ASC Ke–XIII Dibuka


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
 Staf Ahli Menteri Bidang Kerja Sama International Kemenaker, Suhartono, saat membuka Seleknas ASC XIII di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/8)

KEMENTERIAN Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas menggelar Seleksi Nasional Calon Kompetitor ASEAN Skills Competition (ASC) atau Kompetisi Keterampilan Tingkat ASEAN ke–XIII Tahun 2019.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Menteri Bidang Kerja Sama International Kemenaker, Suhartono, di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/8).

Seleknas Calon Kompetitor ASC ini dilaksanakan pada 20 hingga 22 Agustus di 10 lokasi yakni BBPLK Bekasi, BBPLK Bandung, BBPLK Semarang, BBPLK Serang, Hotel Horison Ultima Bekasi, Puspita Martha Beauty International School Jakarta, Universitas Bina Nusantara Jakarta, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta, dan Akademi dan Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) Karawang, serta SMKN 1 Batam.

Seleknas ini diikuti 300 peserta terdiri atas para juara Seleksi Daerah (Selekda) dari berbagai provinsi di Indonesia yang berhasil melampaui batas kelulusan (passing grade), juara Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan perwakilan dari industri.

Adapun seleknas ini bertujuan untuk memilih 3 calon kompetitor terbaik pada kejuruan individu dan 2 tim terbaik pada kejuruan beregu/tim yang selanjutnya akan diikutsertakan pada pemusatan latihan (training centre/TC) di lembaga pendidikan dan pelatihan yang telah ditetapkan.

Dalam sambutannya, Suhartono meminta agar penyiapan keikutsertaan Indonesia pada ASC Tahun 2020 harus dilaksanakan secara profesional dan didukung oleh banyak pihak.

"Pihak-pihak seperti pemerintah daerah sangat diharapkan partisipasinya pada tahap seleksi di tingkat daerah; industri dan lembaga pelatihan maupun pendidikan sangat diharapkan dukungannya pada tahap seleksi maupun pemusatan pelatihan," kata Suhartono.

Ia mengatakan ke depan pemerintah daerah diharapkan dapat lebih meningkatkan perannya, baik dalam pendanaan maupun upaya pencarian calon kompetitor tingkat provinsi yang lebih berkualitas, dan juga industri yang belum berpartisipasi diharapkan dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan ini nantinya.

 

Baca juga: Telkom University Tempati Peringkat Pertama PTS di Indonesia

 

ASC merupakan platform yang sangat baik untuk menginspirasi kaum muda Indonesia untuk terus menerus meningkatkan wawasan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap kerja (attitude) yang diperlukan dalam dunia kerja, seperti berkemauan keras, mampu beradaptasi, serta optimisme tinggi. ASC juga merupakan platform yang baik untuk melatih kemampuan berinovasi dan bekerja dengan akurasi serta kecepatan yang tinggi.

"Kami percaya ASC dapat menjadi motivasi bagi kaum muda Indonesia agar selalu berupaya mengembangkan kompetensinya hingga mencapai standar internasional. Dengan penguasaan kompetensi-kompetensi ini lah kaum muda kita akan mampu bersaing bahkan dengan tenaga kerja dari negara-negara lainnya," kata Suhartono.

ASC juga merupakan sarana yang baik bagi Indonesia untuk mempromosikan kualitas dan daya saing tenaga kerja mudanya. Oleh karena itu, keikutsertaan Indonesia pada ASC merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Prestasi Indonesia dalam ASC merupakan suatu hal yang harus diperjuangkan. Prestasi yang selama ini sudah baik harus dipertahankan bahkan ditingkatkan dalam rangka menjaga martabat dan kehormatan Bangsa Indonesia dalam pergaulan internasional khususnya di kawasan ASEAN," katanya.

Suhartono juga memberikan motivasi dan penyemangat baik bagi para peserta maupun bagi para juri seleknas ini.

"Kepada para peserta, saya ucapkan selamat berkompetisi, berkompetisilah dengan semangat, jujur, dan sportif. Dan kepada para juri, saya ucapkan selamat bekerja, bekerjalah dengan profesional, jujur dan adil. Pilihlah calon-calon kompetitor terbaik yang mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia di ASEAN," tutup Suhartono. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT