20 August 2019, 15:17 WIB

Anggota DPR Asal Papua dan Papua Barat Bergiliran Interupsi


Antara | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Sejumlah anggota DPR menghadiri Rapat Paripurna DPR di antara bangku yang tak terisi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, hari ini.

RAPAT Paripurna DPR RI, di Jakarta, Selasa dibuka dengan interupsi dari beberapa anggota legislatif terkait dengan isu rasisme yang terjadi pada masyarakat Papua.

"Mahasiswa itu harus dilindungi, bukan ditangkap seperti itu," kata Michael Wattimena anggota legislatif Partai Demokrat dari dapil Papua Barat.

Michael juga menuntut agar tragedi rasisme serta pengusiran terhadap mahasiswa di sejumlah daerah seperti Malang, Surabaya dan Yogyakarta supaya diusut tuntas.

"Kalau memang ada hoaks, ya ini harus diselesaikan, harus ditindaklanjuti, siapa sebenarnya yang melemparkan bendera merah putih ke selokan," ucap Michael.

Baca juga: Jokowi akan Temui Masyarakat Papua

Sementara itu, Steven Abraham legislator dari Partai Gerindra dapil Papua juga sepakat dengan Michael, bahkan ia meminta Kapolri untuk turun langsung menindaklanjuti informasi yang tidak benar.

"Jangan asal hoaks, atau bilang itu hoaks, ditelusuri dulu oleh pihak aparat, apalagi kalau memang benar ada unsur TNI-Polri yang terlibat dalam kasus rasis itu," kata Steven.

Fadli Zon yang memimpin Rapat Paripurna tersebut juga menyerukan untuk akan ada tindakan lanjutan jika memang ada unsur yang disengaja oleh pihak-pihak lain.

Rapat Paripurna tersebut bertujuan membahas tentang laporan APBN 2018 yang juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.(OL-4)

BERITA TERKAIT