20 August 2019, 14:37 WIB

Membakar Lahan Masuk Kategori Terorisme


Denny Susanto | Nusantara

MI/Rui Kurniawansyah
 MI/Rui Kurniawansyah
Ilustrasi 

KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia masih berlangsung dan semakin meluas. Aksi pembakaran hutan dan lahan ini dapat dikategorikan sebagai aksi terorisme. Hal ini disampaikan LO Satgas Udara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk wilayah Kalimantan Selatan, Kolonel Paskas Mahfud, Selasa (20/8), saat briefing penanganan karhutla di Kalsel.

"Sudah seharusnya kita membuat jera para pembakar hutan dan lahan, baik dari perusahaan maupun oknum masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya untuk mencegah karhulta yang semakin meningkat, Pangdam II Sriwijaya telah memerintahkan tembak ditempat para oknum yang terbukti membakar lahan dan hutan. Menurut Mahfud pembakar hutan dan lahan dapat dikategorikan sebagai tindakan teorisme. Sebab aksi tersebut sudah membuat kerugian besar tidak hanya untuk negara namun juga dunia internasional. 

Dampak kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu aktifitas kehidupan masyarakat secara menyeluruh, baik dari segi kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Ditambahkan Mahfud pihaknya akan menindak tegas para pelaku pembakar hutan dan lahan. Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin berharap satgas penegak hukum agar bertindak tegas terhadap pembakar lahan dan hutan. Sejauh ini di Kalsel ada lima orang tersangka pelaku pembakar hutan dan lahan yang kini ditangani aparat berwajib. Selain itu Satgas Penanggulangan Bencana Karhutla Kalsel juga tengah menyelidiki dugaan keterlibatan perusahaan dalam karhutla.

baca juga: Pengangguran Picu Maraknya Pernikahan Dini

Data Pengendalian dan Operasional BPBD Kalsel mencatat luas karhutla di Kalsel saat ini mencapai lebih dari 1.300 hektar. Saat ini ada empat helikopter water bombing yang dikerahkan untuk membantu upaya penanggulangan karhutla di Kalsel.(OL-3)

BERITA TERKAIT