20 August 2019, 14:32 WIB

Pengangguran Picu Maraknya Pernikahan Dini


Taufan SP Bustan | Nusantara

Antara
 Antara
Ilustrasi 

KETUA Fraksi NasDem DPR RI Ahmad M Ali menilai pernikahan dini yang tinggi di Sulawesi Tengah bisa menimbulkan bencana sosial seperti kemiskinan dan kriminalitas. Menurutnya, tingginya pernikahan dini dipicu kurangnya kesempatan kerja dan tidak bisa bersaing. Sementara pemerintah daerah belum melakukan tindakan apapun dalam mengantisipasi pernikahan dini.

Bendahara Umum DPP NasDem itu menegaskan, semua program yang dibuat oleh pemerintah tidak akan bisa menjawab atau mengatasi masalah bonus
demografi jika tidak memiliki rencana, arah, dan fokus yang jelas.

"Setiap tahun kita memproduksi tenaga produktif ribuan, baik itu sarjana, SMU, hingga SMP. Program apa saja yang dikeluarkan oleh  pemerintah daerah yang bisa menjangkau mereka?" tanya Ahmad.

Menurutnya bila banyak lapangan pekerjaan dibuka, maka salah satunya bisa menekan kasus pernikahan dini.  

Ia menilai, pernikahan dini yang tinggi bagian dari efek bonus demografi disebabkan banyak faktor. Baik itu secara sosiologis maupun antropologis.

"Pernikahan dini jika dianggap sebagai sesuatu yang negatif bagi perlindungan perempuan dan anak. Itu di satu sisi. Dalam konteks agama, pernikahan bersifat mulia untuk menghindari perzinahan," sebutnya.

baca juga: Salak Gula Pasir Bali Menembus Kamboja

Ahmad menambahkan pernikahan dini ini menyangkut usia, kapasitas, dan kesanggupan seseorang memikul beban.

"Maka pemerintah harus punya rencana yang jelas bagi masa depan anak-anak. Tentu saja pilihannya banyak. Salah satunya, memperbanyak pendidikan vocasional yang lebih mengarahkan anak-anak produktif," pungkas Ahmad. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT