20 August 2019, 14:03 WIB

Keterbatasan Infrastruktur Picu Kemiskinan di Desa


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/Akhmad Safuan
 MI/Akhmad Safuan
Bupati Blora Djoko Nugroho 

KABUPATEN Blora, Jawa Tengah selain memiliki kekayaan alam seperti ladang minyak dan hutan, juga pemandangan alam yang indah. Namun demikian hingga kini masih ada 42 desa kategori miskin hingga kini belum bisa ditangani. Dari data yang ada dari 42 desa di Kabupaten Blora ini, 12 desa di antaranya tergolong sangat miskin yakni Desa Ketileng, Ngumbul dan Kedungwungu berada di Kecamatan Todanan, Desa Pilang Kecamatan Randublatung, Desa Getas, Mendenrejo dan Sumber Kecamatan Kradenan,
Desa Botoreco Kecamatan Kunduran, Desa Gabusan dan Banjarliysan Kecamatan Jati, serta Desa Wado Kecamatan Kedungtuban.

Masih menurut data diterima dari Penerintah Kabupaten Blora, dari luas wikayah 1.821,59 kilometer persegi ini, 49% adalah hutan yang sebagian besar merupakan hutan jati dikuasai oleh Perum Perhutani, sedangkan di wilayah Cepu, bagian timur berbatasan dengan Bojonegoro adalah sumber minyak dan gas bumi.

Warsono, warga Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, Blora mengatakan warga desa setempat sudah terbiasa menghadapi kesulitan. Hasil buni seperti gabah, cabai, palawija, setiap kali panen terpaksa dijual murah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Umumnya para tengkulak yang datang hanya mampu menawar murah karena jalanan menuju desa lumayan berat dan harus masuk hutan.

"Sedangkan kami jika beli ban sepeda atau motor serta barang pabrik di sini mahal karena harus didatangkan dari luar kota," tambahnya.

Bupati Blora, Djoko Nugroho menanggapi persoalan yang dihadapi Warsono mengatakan bahwa penyebab kemiskinan karena keterbatasan infrastruktur jalan dan jembatan, sehingga warga kesulitan menjual hasil bumi dengan harga pantas.

Menurutnya desa-desa miskin di Blora terisolasi karena akses jalan dan jembatan terbatas. Yakni jalan tanah dengan kondisi memprihatinkan. Untuk membuka keterisolasian ini, Pemkab Blora menggenjot pembangunan infrastruktur dengan membuka hutan dan dibangun infrastruktur yang menembus desa-desa terisolir. Dari 42 desa miskin kini tingga 12 desa yang masih harus dibenahi.

"Seluruh infrastruktur di sini 100% dibangun pemerintah baik kabupaten, provinsi maupun pusat. Tidak ada swasta karena memang tidak ada investasi," terang bupati.

Masih menurut Djoko Nugroho, langkah membuka keterlisolasian dengan membangun akses jalan terbukti mampu menekan kemiskinan di ratusan desa di Blora.

baca juga: Anggota DPRD dari Nasdem Perjuangkan Kebangsaan dan Pluralitas

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara terpisah mengatakan program pengentasan kemiskinan di desa-desa sedang dikerjakan Satu Dinas Satu Desa menggerakkan setiap satu organisasi perangkat daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jateng menggarap satu sektor di desa miskin.

"Program ini memprioritaskan 745 desa binaan di 14 kabupaten di Jateng, sehingga 3,87 juta jiwa penduduk miskin di desa-desa itu segera dapat terangkat menjadi sejahtera," kata Ganjar Pranowo.

 

BERITA TERKAIT