20 August 2019, 11:42 WIB

Indonesia Terus Tingkatkan Sangat Kerja Sama dengan Afrika


Andhika Prasetyo | Internasional

ANTARA/Puspa Perwitasari
 ANTARA/Puspa Perwitasari
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

INDONESIA terus berupaya meningkatkan semangat kerja sama dengan seluruh negara di Afrika dan menginterpretasikan itu ke dalam kegiatan dan capaian ekonomi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia banyak melakukan pendekatan yang intensif ke Benua Hitam. Pada 2018, tercatat ada 35 misi kunjungan ke Afrika, naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengungkapkan upaya tersebut dilakukan untuk melihat lebih detail kondisi sebenarnya di lapangan, potensi apa yang bisa dikerjasamakan dengan negara-negara Afrika.

"Kalau sudah lihat, kita bisa tahu apa saja yang menjadi peluang dan juga tantangan," ujar Retno dalam Indonesia Africa Infrastructure Dialogue, di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8).

Afrika memiliki total populasi mencapai 1,2 juta jiwa. Jumlah tersebut tentunya sangat besar untuk menjadi pasar baru bagi Indonesia.

Banyak komoditas yang bisa diperdagangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di benua tersebut mulai dari minyak sawit sampai produk makanan dan minuman.

Baca juga: Menlu Buka IAID di Bali

Namun, sayangnya, selama ini, ungkap Retno, Indonesia dan negara-negara Afrika terjebak dalam romantisme sejarah.

"Kita selalu merasa sangat dekat karena sudah menjalin hubungan sejak lama sampai-sampai kita lupa, kalau melihat statistik ekonomi, interaksi yang terjadi sangatlah rendah," ucap Retno.

Satu hal lagi yang menjadi persoalan ialah beberapa negara Afrika menerapkan bea masuk tinggi untuk produk-produk Tanah Air.

"Kami sudah berdiskusi dengan rekan-rekan di Afrika. Kami pun sudah mulai menegosiasikan Preferential Trade Agreement salah satunya dengan Mozambik yang hampir selesai," tuturnya.

Dengan terjalinnya kesepakatan, diharapkan akan tercipta kerja sama perdagangan yang lebih kuat di masa mendatang. (OL-2)

BERITA TERKAIT