20 August 2019, 09:46 WIB

Dishub DKI Tidak Sediakan Jalur Alternatif


Rifaldi Putra Irianto | Megapolitan

MI/Saskia Anindya Putri
 MI/Saskia Anindya Putri
Perluasan ganji genap untuk membiasakan masyarakat menggunakan transportasi publik. 

PERLUASAN sistem ganjil-genap yang mulai diuji coba di sejumlah ruas jalan di Jakarta, menambah polemik tentang jalur alternatif bagi para pengendara untuk menyiasati perluasan tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyebutkan bahwa perluasan sistem ganjil-genap tersebut merupakan salah satu cara pemerintah untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum.

"Kita ingin merubah budaya bertransportasi masyarakat Jakarta bahkan masyarakat Jabodetabek, " kata Syafrin, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin, (19/8).

Ia menilai, jika kemudian masyarakat diberikan jalur alternatif, upaya pemerintah dalam mengubah kebiasaan bertransportasi masyarakat akan gagal.

"Jika kita menyediakan jalur alternatif, yang terjadi adalah masyarakat kembali lagi tidak menggunaka sistem angkutan umum yang sudah dibangun dengan baik oleh pemerintah DKI, dan mencari jaringan jalan alternatif," sebutnya.

Dengan kualitas jaringan transportasi di Jakarta saat ini, Syafrin ingin agar masyarakat dapat mencoba dan kemudian menilai apa yang masih dirasakan kekurangannya, untuk dijadikan masukan kepada pemerintah provinsi.

"Ini yang kami inginkan justru masyarakat silahkan coba itu. Kemudian  berikan feedback pada kami. Bila kemudian ditemukan kekurangan itu menjadi tugas pemerintah untuk memperbaiki layananya," jelasnya.

baca juga: Gudang Peluru Polda Metro Jaya Terbakar

Ia berharap tujuan perluasan ganjil genap ini dapat mengganti persepsi masyarakat dalam menggunakan moda transportasi massal.

"Kami menghimbau kepada masyarakat rubah paradigma. Begitu ada kebijakan ini bukan mencari jalur alternatif melainkan memikirkan angkutan yang ada dikoridor tersebut," pungkasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT