20 August 2019, 06:40 WIB

Migrasi ke Mongolia Lebih Awal 10.000 Tahun


Media Indonesia | Humaniora

MI/Seno
 MI/Seno
Ilustrasi MI.

TIM arkeolog Universitas California, Amerika Serikat, menemukan alat-alat batu di Mongolia yang menunjukkan bahwa manusia modern melakukan perjalanan melintasi padang rumput Eurasia sekitar 45.000 tahun yang lalu. Waktu tersebut 10.000 tahun lebih awal dari yang diyakini para arkeolog sebelumnya.

Nicolas Zwyns, profesor antropologi dan penulis utama studi tersebut, mengatakan situs itu juga menunjukkan lokasi baru manusia modern mungkin pertama kali bertemu dengan sepupu misterius mereka, Denisovans, yang sekarang telah punah.

Zwyns memimpin penggalian dari 2011 hingga 2016 di situs Tolbor-16 di sepanjang Sungai Tolbor di Pegunungan Hangai Utara, antara Siberia dan Mongolia utara. Penggalian menghasilkan ribuan artefak batu. Sebanyak 826 artefak batu terkait dengan pekerjaan manusia tertua. (Sciencedaily/*/X-10)

BERITA TERKAIT