19 August 2019, 22:45 WIB

Iran Peringatkan AS untuk tidak Rampas Kapal


AFP/*/X-11 | Internasional

ATTA KENARE / AFP
 ATTA KENARE / AFP
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi.

IRAN mengatakan bahwa pihaknya telah memperingatkan Washington agar tidak berusaha lagi merampas kapal tanker Iran yang telah meninggalkan Gibraltar.

“Iran telah memberikan peringatan yang diperlukan kepada para pejabat Amerika melalui saluran resminya untuk tidak membuat kesalahan seperti itu karena akan memiliki konsekuensi yang serius,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, pada konferensi pers, kemarin.

Abbas mengatakan bahwa perintah pengadilan Gibraltar untuk membebaskan kapal tanker Iran merupakan pukul­an bagi ‘unilateralisme’ AS.
“Amerika tidak terlalu berhasil dengan sanksi sepihak mereka yang tidak memiliki dasar hukum. Mereka harus sadar bahwa intimidasi dan unilateralisme tidak mendapat tempat di dunia saat ini,” ujarnya.

Mousavi juga mendesak negara-negara lain untuk tidak menyetujui sanksi yang telah dijatuhkan AS terhadap Iran. “Karena sanksi itu tidak sah dan tidak memiliki dasar hukum,” ujarnya.

Sebelumnya, Iran telah berselisih dengan Inggris yang merupakan sekutu AS. Pada 4 Juli, pasukan Inggris Royal Marines menahan kapal tanker Iran di lepas pantai Gibraltar yang merupakan wilayah Inggris. Kapal tanker Iran itu dicurigai mengirimkan minyak ke Suriah dan melanggar sanksi Uni Eropa.

Dua minggu berikutnya, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran ganti menyita sebuah kapal tanker berbendera Inggris di perairan Teluk.

Ketegangan antara Iran dan musuh bebuyutannya, Amerika Serikat, telah meningkat sejak AS melalui Presiden Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir, pada Mei 2018. AS juga mulai menjatuhkan sanksi terhadap republik Islam itu sebagai bagian dari kampanye ‘tekanan maksimum’.

Iran pun menanggapinya dengan menangguhkan beberapa komitmen mereka di bawah kesepakatan nuklir.

Pada puncak krisis di Juni lalu, Trump sempat mengupayakan serangan udara terhadap Iran, tetapi membatalkannya pada menit-menit akhir. (AFP/*/X-11)

BERITA TERKAIT