19 August 2019, 20:42 WIB

Ini Tantangan PINK untuk Pelaku Mom-Shaming


Irana Shalindra | Weekend

AFP/Henning Kaiser
 AFP/Henning Kaiser
PINK melemparkan tantangan global bagi warganet. 

Vokalis asal AS, PINK, kembali melakukan aksi untuk 'melawan' mom-shaming (perilaku mempermalukan seorang ibu atas pilihan, sikap, tindakan untuk anaknya).

Akhir pekan lalu, lewat akun Instagramnya, ia melemparkan tantangan bagi para 'polisi pengasuhan anak' yang kerap melontarkan pernyataan nyinyir berbalut kepedulian palsu. Hanya untuk satu hari, dia ingin orang-orang berusaha menyelesaikan tantangan satu ini, menurut InTouch Weekly.

“Saya ingin mengusulkan tantangan internet di seluruh dunia kepada siapa pun yang membaca ini hari ini. Jalani SATU hari tanpa mengkritik seseorang secara online. Sebut saja MISS ME WITH THE BULLS – T CHALLENGE. Dan jika hal ini terasa enak, mengapa lanjutkan menjadi DUA HARI. Tapi mari kita mulai dengan yang terlalu bersemangat di luar sana. [satu hari pada satu waktu] [satu-satunya cinta]," PINK menuliskan hal itu pada unggahan berupa foto suaminya Carey Hart yang sedang membaca buku bersama putri mereka, Willow, 8.

Unggahan artis bernama asli Alecia Beth Moore itu mendapat repost dari sang suami berikut komentar tambahan. "Saya pikir ini adalah prosespanjang, tapi saya optimistis !!!," tulis Hart.

Tantangan ini disampaikan sebulan setelah PINK mengunci fitur komentar di sebagian besar unggahannya di Instagram. Ini tidak selalu terjadi, membukanya untuk beberapa kritik saat ia berjalan sambil memilih foto mana yang tidak perlu komentar tambahan.

“Hanya pengingat ramah untuk kalian yang membutuhkannya: tidak akan ada lagi komentar di halaman ini! Hahahaha! Sepertinya Anda harus menceritakannya di gunung !!!!! Semoga beruntung ya! Dan untuk semua orang; Aku mencintaimu selamanya," penyanyi itu menulis di sebuah pos suaminya mengendarai pelampung.

PINK memang salah satu celebrity mom yang sering mendapat komentar nyinyir. Baru beberapa bulan lalu, ia mendapat cemoohan lantaran mengajak anaknya ke kebun binatang.

"Saya heran kamu pergi ke kebun binatang. Hewan-hewan seharusnya tidak dikerangkeng. Kalau itu ialah suaka, mungkin akan berbeda," tulis salah satu orang.

Komentar lain, "Saya pikir jika kita mengajari anak-anak tentang apa yang sebenarnya terjadi pada hewan daripada menunjukkan 'kekuasaan' kita atas mereka, pengetahuan itu akan membangkitkan cinta untuk semua makhluk hidup."

Bagaimana tanggapan perempuan berambut jabrik itu atas komentar 'manis' tersebut?

"Ada satu hal ... Aku tidak ingat meminta pendapatmu atau bantuanmu dalam membesarkan anakku. Ini bukan tempat berdebat. Telepon saja CNN, atau kebun binatang." (M-2)

 

BERITA TERKAIT