19 August 2019, 22:10 WIB

Orangutan Punya Kompleksitas Berpikir Desain dan Material


Galih Agus Saputra | Weekend

AFP/Chaideer Mahyuddin
 AFP/Chaideer Mahyuddin
Orangutan Sumatra bernama Reipok Rere 

ORANGUTAN merupakan salah satu spesies mamalia yang sangat langka di dunia. Ia hanya terdapat di Pulau Kalimantan dan Sumatra, Indonesia. Dewasa ini keberlangsungan hidup mereka selalu diperingati warga dunia lewat 'Hari Orangutan Internasional', setiap 19 Agustus.

Selain diyakini sebagai mamalia yang memiliki kekerabatan terdekat dengan manusia, orangutan juga dipercaya memiliki kompleksitas terkait cara berpikirnya. Hal itu dapat diketahui, misalnya, melalui cara mereka membangun sarang dimana mereka selalu terlihat selektif terhadap desain maupun material yang digunakannya.

Beberapa waktu lalu, sejumlah ilmuwan dari The University of Manchester, Britania Raya telah melakukan penelitian selama satu tahun untuk mengamati dan merekam orangutan secara langsung di Indonesia. Dalam temuannya, mereka mengatakan bahwa orangutan biasa membangun sarang besar berbentuk oval di atas pohon. Kanopi di atas pohon itu, menurut mereka, setiap hari menjadi kamar bermalam orangutan, tempat perlindungan dari predator dan parasit, sekaligus untuk menghangatkan badan.

Hingga saat ini, memang sedikit yang mengetahui desain mekanik dan sifat material yang ada pada sarang orangutan. Namun, para peneliti yang dipimpin Roland Ennos dan Adam van Casteren itu kemudian melaporkan bahwa orangutan menggunakan cabang khusus untuk di beberapa bagian sarang yang berbeda.  Mereka juga mematahkan cabang dengan cara yang berbeda seturut dengan jenis bagian sarang yang mereka inginkan.

"Kami menemukan bahwa orangutan memilih cabang pohon yang kuat dan kaku untuk bagian struktural dari sarang yang menopang beratnya, dan cabang yang lebih fleksibel untuk lapisan luar sarang. Ini menunjukkan bahwa pilihan cabang untuk bagian sarang yang berbeda sekaligus menunjukan kompleksitasnya," kata Ennos, seperti dilansir Sciencedaily.

Kemampuan
Para peneliti, yang kemudian menulis penemuan itu dalam jurnal 'Prosiding National Academy of Sciences' mengatakan bahwa, orangutan tampaknya memiliki kemampuan di bidang teknik dan desain bangunan.

"Kami telah menyaksikan bagaimana orangutan membangun sarang yang nyaman dan aman, dengan mematahkan dan menenun cabang-cabang pohon tebal. Mereka juga memilin cabang-cabang kecil agar segera dapat membuat semacam kasur. Mereka tampaknya telah belajar tentang sifat-sifat mekanis kayu, dan menggunakan pengetahuan ini dalam  cara yang pintar," imbuh Ennos.

Para peneliti kemudian juga mengatakan bahwa temuan mereka menjadi implikasi bagi evolusi kecerdasan dan kognisi serta evolusi penggunaan alat sejak manusia purba. Hal ini selanjutnya turut menjadi bukti bahwa pengembangan semua sifatnya telah dimulai sejak era kera, yang kemudian mengalami penyesuaian seturut dengan kebutuhan di sekitarnya, baik menyangkut masalah alam, logistik, maupun sosialnya. (M-4)

BERITA TERKAIT