19 August 2019, 18:40 WIB

Trump Ancam Tiongkok Jika Tragedi Tiananmen Terulang di Hong Kong


Ihfa Firdausya | Internasional

Nicholas Kamm / AFP
 Nicholas Kamm / AFP
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan Tiongkok untuk tidak melakukan penumpasan model Tiananmen (1989) pada protes pro-demokrasi di Hong Kong.

Trump mengatakan hal tersebut dapat membahayakan negosiasi perdagangan AS-Tiongkok.

"Saya pikir akan sangat sulit untuk mencapai kesepakatan jika mereka melakukan kekerasan. Maksud saya, jika terjadi peristiwa Tiananmen lain," kata Trump kepada wartawan di New Jersey, Minggu (18/8) waktu setempat.

Dalam peristiwa berdarah tahun 1989 di Lapangan Tiananmen, Beijing, otoritas Tiongkok ketika itu mengerahkan tank-tank untuk mengakhiri protes yang dipimpin mahasiswa. Diperkirakan lebih dari seribu orang tewas dalam penumpasan tersebut.

"Jika situasi seperti itu diulangi di Hong Kong, Saya pikir akan ada sentimen politik luar biasa untuk tidak melakukan sesuatu," kata Trump, merujuk pada negosiasi perdagangan dengan Tiongkok.

Komentar Trump muncul ketika Washington dan Beijing berupaya menghidupkan kembali perundingan tingkat tinggi yang bertujuan mengakhiri perang dagang. Kontak telepon antara para deputi kedua belah pihak direncanakan terjadi 10 hari ke depan.

Jika berhasil, negosiasi antara pejabat yang lebih senior dapat dilanjutkan, seperti dikatakan penasihat ekonomi Trump, Larry Kudlow, Minggu (18/8). Perang dagang antara AS dan Tiongkok dituding sebagai penyebab perlambatan ekonomi global.

Pekan lalu, harian Global Times yang dikelola pemerintah Tiongkok mengatakan tidak akan ada pengulangan peristiwa Lapangan Tiananmen untuk penumpasan.


Baca juga: Teheran Peringatkan AS tidak Merampas Kapal Tanker Iran


"China jauh lebih kuat dan lebih dewasa. Kemampuannya untuk mengelola situasi yang kompleks telah sangat ditingkatkan," tulis surat kabar itu dalam sebuah tajuk rencana.

Para analis mengatakan bahwa setiap intervensi pasukan keamanan Tiongkok di Hong akan menjadi bencana bagi reputasi dan ekonomi Negeri Tirai Bambu.

Demonstrasi di Hong Kong telah berubah menjadi kekerasan. Pekan lalu, para pengunjuk rasa melumpuhkan bandara kota. Bentrokan antara polisi dan para aktivis pro-demokrasi pun telah menjadi pemandangan sehari-hari di Hong Kong.

Pemerintah Tiongkok yang dikuasai Partai Komunis lantas mengecam tindakan para demonstran dan menyebut mereka 'mirip teroris'.

Media pemerintah Tiongkok juga telah menyiarkan gambar-gambar personel militer dan kendaraan lapis baja di Shenzhen, seberang perbatasan Hong Kong. Masyarakat Hong Kong menilai propaganda itu merupakan intimidasi.

Gejolak politik di Hong Kong dipicu oleh penentangan terhadap rancangan undang-undang yang memungkinkan ekstradisi ke daratan Tiongkok. Protes pun meluas menjadi gerakan menuntut hak-hak demokratis di kota semi-otonom tersebut.

Pada 1997, di bawah kesepakatan yang ditandatangani Inggris, Tiongkok setuju untuk mengizinkan Hong Kong mempertahankan kebebasan uniknya. Namun, banyak warga Hong Kong merasa kebebasan itu diretas, terutama sejak presiden Xi Jinping berkuasa. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT