18 August 2019, 23:40 WIB

Pertamina Data Warga Terdampak


Media Indonesia | Ekonomi

PERTAMINA Hulu Energi-Offshore North West Java (PHE-ONWJ) bersinergi dengan sejumlah pemkab serta Dinas Kelautan dan Perikan­an (DKP) untuk mendata masyarakat yang terdampak tumpahan minyak Sumur YYA-1 di Karawang.

Pendataan dilakukan di kabupaten dan kota terdampak, yaitu Karawang, Bekasi, Kepulauan Seribu, Tangerang, Serang, dan Cilegon, dengan dibukanya beberapa posko pendataan di beberapa kantor kelurahan dan desa mulai 15 Agustus 2019.

Ifki Sukarya, VP Relations Pertamina Hulu Energi, menyampaikan proses pendataan itu merupakan awal dari rangkaian proses pemberian kompensasi kepada masyarakat terdampak.

“Kami bekerja sama dengan pemkab dan DKP untuk mendata kerugian masyarakat. Setelah pendataan, tim akan lanjutkan dengan proses verifikasi ke lapang­an,” jelasnya, kemarin.

Dalam proses pendataan, masyarakat diminta mengisi formulir dengan skema satu formulir untuk satu masyarakat terdampak.

“Tim PHE-ONWJ, pemkab, dan DKP sudah siap di lapangan untuk membantu pendampingan kepada masyarakat dalam pengisian formulir sehingga prosesnya bisa berjalan cepat dan lancar,” jelas Ifki.

Data yang masuk selanjutnya akan diverifikasi oleh Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRSDM KKP) dan DKP kabupaten/kota yang kemudian dituangkan dalam berita acara dan rekapitulasi hasil verifikasi.

Untuk menindaklanjuti hasil verifikasi, PHE-ONWJ bekerja sama dengan IPB yang akan merumuskan dan menetapkan standar nilai kompensasi. (RO/E-2)

BERITA TERKAIT