18 August 2019, 18:10 WIB

Dalam Setahun, Putusan MK Hanya 8 Bernada Negatif


M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum

ANTARA/Hafidz Mubarak
 ANTARA/Hafidz Mubarak
Gedung Mahkamah Konstitusi

SETARA Institute melakukan penelitian terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam jangka waktu setahun sejak 10 Agustus 2018 hingga hari ini. Penelitian tersebut merupakan bagian dari partisipasi penilaian hakim di Hari Konstitusi yang jatuh tepat pada hari ini.

Setahun ke belakang, MK memutus 91 perkara meliputi 5 putusan kabul, 50 putusan tolak, 31 putusan tidak dapat diterima dan 5 lainnya ialah putusan yang merupakan produk hukum berupa ketetapan. Dari 91 putusan, Setara mengkategorikan 8 putusan dengan tone negatif.

Baca juga: Ketua MPR: Konstitusi Harus Ikuti Perkembangan Zaman

"Karena dia tidak kontributif pada kemajuan hak asasi manusia, penguatan demokrasi dan juga penguatan rule of law, diantaranya soal presidential thresshold, lalu soal isu-isu lain yg pada intinya adalah mahkamah sebenarnya punya kesempatan untuk memberikan terobosan hukum tapi tidak dilakukannya," ujar Direktur Eksekutif Setara Institute, Ismail Hasani, Minggu (18/8).

Sementara, putusan yang masuk pada kategori tone positif diantaranya ialah soal harmonisasi batas usia minimal perkawinan, perpanjangan waktu pemilu dan jaminan hak dan perlindungan hukum pekerja dalam hal mengalami cacat karena kecelakaan kerja.

"Temuan pada bagian kualitas putusan MK menunjukkan bahwa secara umum, pada periode riset ini, hakim-hakim MK menunjukkan prestasi biasa saja," tandas Ismail. (OL-6)

BERITA TERKAIT