17 August 2019, 22:25 WIB

Peneliti Bajakah tidak Ikut ke Korsel karena Dilarang Ayah


Antara | Humaniora

MI/Bary Fathahillah
 MI/Bary Fathahillah
Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya, Aysa Aurealya Maharani, Anggina Rafitri, dan Yazid Rafli Akbar.

SISWA SMAN 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yakni Yazid Rafli Akbar, 16, dilarang ayahnya mengikuti ekspose hasil penelitian mengenai tanaman bajakah.

"Karena saat mengekspose penelitian di Bandung, Yazid memercayakan temannya saja. Yazid tidak berangkat karena saya tidak mengizinkan," ujar ayah Yazid, Daldin di Jakarta, Jumat (17/8).   

Akhirnya, dua senior Yazid yang ikut dalam penelitian berjudul 'Bajakah Tunggal, The Cancer Medicine from Nature', Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani, yang berangkat ke Korea Selatan untuk mengikuti ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) pada 25-27 Juli. Dan peneiltian mereka bertiga mendapatkan medali emas bidang Life Sciences.

Anggina dan Aysa berangkat ke Korea tanpa didampingi Yazid. Namun, Yazid sama sekali tidak menyesal dilarang berangkat, sebab meski penelitian itu idenya, namun hasil penelitian tetap buah dari kerja sama.   

Daldin menjelaskan, Yazid sudah sejak SMP ingin meneliti apa yang menjadi tradisi turun temurun di keluarganya. Akan tetapi, Daldin mengaku menuntut Yazid fokus pada kegiatan sekolah.

"Dari SMP, dia mau penelitian, tapi saya larang. Saya bilang tunggu SMA. Nah ketika SMA, dia kejarlah penelitian itu. Karena itu adalah obat keluarga besar kami," ujar Daldin.

Baca juga: Tidak Semua Varietas Bajakah Obati Kanker

Yazid berhasil meraih medali emas saat masih duduk di kelas X bersama Anggina dan Aysa yang sudah duduk di kelas XI dari kompetisi di UPI Bandung.

Aysa menjelaskan, dari kompetisi di UPI, mereka memenangi beberapa kategori, yakni Best Costume,  Best Innovation, dan Best Presentation.

Kemenangan itu memberi tiket lanjutan untuk mereka mengekspose penelitiannya ke ajang WICO 2019 di Seoul, Korea Selatan.   

"Kami lomba di Bandung, terus ada kesempatan tindak lanjut ke Korea. Kami persiapkan lagi dengan kerja sama antara sekolah, pemerintah, dan orang tua kemudian kami persiapkan sampai ke Korea," ujarnya. (X-15)

 

BERITA TERKAIT