17 August 2019, 21:24 WIB

Atribut PKB Mulai Menghiasi Bali Jelang Muktamar V


Arnoldus Dhae | Politik dan Hukum

MI/Arnoldus Dhae
 MI/Arnoldus Dhae
Baliho dengan foto ulama pendiri PKB terpasang menjelang Muktamar V PKB.

ATRIBUT Partai Kebangkitam Bangsa (PKB) seperti bendera, banner, dan baliho mulai menghiasi jalan-jalan di wilayah Nusa Dua, Badung, Bali. Selain Muktamar, PKB juga akan menggelar Munas Alim Ulama yang akan dihadiri 1000 kyai dari pelosok negeri.

Di sepanjang jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai dan jalan By Pass Nusa Dua, tampak bendera warna hijau PKB berpadu dengan warna merah putih terus berkibar, menjadi petunjuk menuju lokasi digelar Mukhtamar V PKB di Hotel Westin, Nusa Dua, Badung, Bali pada 20-22 Agustus 2019.

Tidak hanya baliho Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, terpasang juga baliho berukuran lebih besar yang menampilkan foto Gus Dur dan para kiai pendiri PKB.

Sebelum Muktamar, PKB akan menggelar Munas Alim Ulama se-Indonesia pada pada tanggal 20 Agustus 2019. Forum ini menghadirkan 1.000 kiai dari berbagai pelosok negeri.

"Munas Alim Ulama se-Indonesia akan diselenggarakan pada 20 Agustus 2019, yang merupakan bagian dari rangkaian Muktamar V. Munas Alim Ulama ini akan membahas masalah-masalah kebangsaan, baik politik, demokrasi, budaya, hingga keagamaan," kata Koordinator Munas Alim Ulama, KH Syaifullah Ma`shum, Kamis (15/8).

Syaifullah Ma`shum mengatakan bahwa Munas Alim Ulama akan dihadiri para kiai dari seluruh daerah di Indonesia, di antaranya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, cendekiawan muslim Prof Nadirsyah Hosen, dan Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman Yogyakarta Gus Miftah Maulana Habiburrahman.

"Pada forum Munas Alim Ulama tersebut, para kiai juga akan berdiskusi membahas revitalisasi model dakwah Wali Songo di era sekarang," ujarnya.

Menurut Syaifullah, para kiai dan ulama pada forum Munas Alim Ulama tersebut, juga akan membuat rekomendasi kepada pemerintah Presiden Joko Widodo untuk terus memperkuat basis Islam yang moderat dan seruan keagamaan alim ulama yang akan disebut dengan Watsiqah (Piagam) Bali.

Saifullah menegaskan, melalui forum Munas Alim Ulama tersebut, akan muncul rekomendasi yang dapat menciptakan terwujudnya kehidupan bermasyarakat dan bebas dari permasalahan terorisme, radikalisme, dan intoleransi, yang menjadi isu serius bangsa pada saat ini.(OL-4)

BERITA TERKAIT