17 August 2019, 20:02 WIB

Susunan Kabinet Kerja Jilid II Diyakini Belum Final


Melalusa Sushtira Khalida | Politik dan Hukum

Antara/Sigid Kurniawan
 Antara/Sigid Kurniawan
Menteri Kabinet Kerja mengikuti sidang tahunan MPR RI, Jumat )16/8)

MESKI Presiden terpilih Joko Widodo telah mengisyaratkan jumlah dan nomenklatur kementerian yang akan membantunya dalam periode kedua nanti. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, susunannya belum final saat ini.

Ia memprediksi, sususan kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin belum sampai pada nama-nama orang yang akan menempati pos kementerian tersebut.

"Saya belum yakin apakah nama-nama itu sudah ada , kalau yang dia maksud adalah final nama-nama yang menduduki posisi rasa-rasanya kita masih meragukan itu. Hematnya sampai hari ini nama-nama itu pasti masih dalam proses dialog dan diskusi-diskusi," ujar Dedi saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (17/8).

Menurut Dedi, yang dimaksud final oleh Jokowi baru sebatas final pada tahap kesepakatan porsi kekuasaan, atau formasi dari kementerian-kementerian yang akan dibentuk dalam kabinet kerja Jilid II.

Pengamat Politik Universitas Telkom tersebut menuturkan dalam menyusun struktur politik tidak dapat dilakukan secara instan.

Baca juga : Jokowi Diingatkan Tidak Beri Pos Penegakan Hukum pada Parpol

Untuk itu, ia menilai kesepakan-kesepakatan politik masih terus berlangsung hingga saat ini, utamanya dengan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

"Deal politik pasti sedang berlangsung sampai hari ini. Masa pelantikan masih jauh, selama itu masih ada waktu, partai politik pasti akan melakukan diskusi-diskusi baik itu di mitra koalisi maupun di luar Mitra Koalisi," terang Dedi.

Pun bila sudah mengantongi nama-nama menteri, lanjut Dedi, penyusunan kabinet oleh Jokowi masih akan terus mengalami perubahan yang dinamis berdasarkan perkembangan politik sampai dengan tahap pelantikan di bulan Oktober mendatang.

Senada dengan Dedi, Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno mengatakan tidak ada kepastian mutlak dalam politik, termasuk dalam menentukan komposisi kabinet menteri.

"Mengikuti pengalaman-pengalaman sebelumnya, nyaris tidak ada kepastian-kepastian politik yang sesungguhnya. Seringkali nama-nama yang sudah hampir dipastikan jadi menteri itu enggak jadi menteri, last minute dibatalkan. Intinya politik kita dinamis, tidak bisa dipastikan hitam putih sejak awal," pungkas Adi.

Baca juga : Tak Ada Urgensi Umumkan Kabinet Sebelum Pelantikan

Untuk itu, Adi menilai pengumuman dini kabinet Jokowi dimaksudkan untuk sekedar meredam keingintahuan publik yang begitu besar tehadap susunan kabinet Jokowi di lima tahun ke depan.

"Minimal publik dahaganya itu segera terobati, karena cuma sebatas pengumuman bukan pelantikan. Sehingga publik itu tidak terlampau pusing memikirkan soal komposisi kabinet," imbuhnya.

Lebih dari itu, Adi menilai, pengumuman kabinet lebih awal oleh Jokowi juga dimaksudkan sebagai penegasan kesiapan Jokowi menghadapi periode keduanya, serta mengukur sejauh mana penerimaan publik atas nama-nama kandidat menteri tersebut.

"Artinya publik dilibatkan untuk menilai,karena pasti akan ada respon, kritik, masukan beragam oleh publik. Sehingga sebelum dilantik ada pertimbangan-pertimbangan bagi pak presiden kalau memang ada calon menterinya yang dianggap memiliki resistensi atau catatan-catatan buruk," ungkap Adi. (OL-7)

BERITA TERKAIT