17 August 2019, 19:00 WIB

Mendag Pastikan Impor dari Tiongkok Didominasi Barang Modal


Antara | Ekonomi

MI/Rommy Pujianto
 MI/Rommy Pujianto
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan impor dari Tiongkok ke Indonesia pada Juli 2019 yang mencapai US$1,5 miliar atau sekitar Rp2,1 triliun didominasi oleh barang modal.

"Lebih banyak barang modal. Itu bagus dalam arti kalau masuk barang modal," katanya saat ditemui di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Ia menjelaskan, impor barang modal dilakukan karena memang tidak tersedia dan diproduksi di dalam negeri seperti mesin. Sehingga, impor justru dapat mendorong peningkatan produktivitas industri dalam negeri.

"Bagus sebenarnya dalam artian masuknya barang modal, bukan konsumsi karena industrinya tumbuh," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah akan Terus Genjot Ekspor

Selain itu, ia menuturkan bahwa sebenarnya data ekspor dan impor yang diterima oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berasal dari kementeriannya.

Sebelumnya, BPS mencatat nilai impor Indonesia pada Juli 2019 mencapai US$15,51 miliar atau naik 34,96% daripada Juni 2019. Dari peningkatan impor tersebut, impor non-migas tertinggi pada Juli 2019 berasal dari Tiongkok yaitu mencapai US$1,5 miliar atau setara Rp21,1 triliun. (X-15)

BERITA TERKAIT