17 August 2019, 17:49 WIB

Eks Bendahara Partai Demokrat, Nazaruddin, Lagi-lagi Dapat Remisi


Eriez M Rizal | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin

TERPIDANA kasus korupsi yang juga mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin kembali mendapatkan potongan masa tahanan atau remisi Kemerdekaan pada HUT ke RI.

Nazaruddin merupakan satu dari 133 narapidana kasus korupsi yang diajukan Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Kanwil Jawa Barat. Dari 133 orang, 64 narapidana kasus korupsi mendapat remisi I.

"Ada 64 orang, tapi se-Jawa Barat, bukan Sukamiskin saja. Salah satunya  Nazaruddin dapat remisi enam bulan di tahun ke tujuh," ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Kanwil Jawa Barat Abdul Aris, Sabtu (17/8).

Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Kanwil Jawa Barat mengajukan 13.916 narapidana untuk mendapatkan potongan masa tahanan atau remisi pada hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2019.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,422 narapidana dari 32 lembaga pemasyarakatan (LP) dan rumah tahanan (rutan) diajukan untuk mendapatkan Remisi Umum 1 dengan potongan satu sampai enam bulan.

Sedangkan 494 narapidana dari 32 LP dan rutan diajukan mendapat Remisi Umum II atau langsung bebas karena sisa masa tahanan terpotong oleh hak remisi.

Pada tahun ini, Nazaruddin sudah mendapatkan remisi Lebaran. Dalam remisi di Hari Raya Idulfitri, masa tahanan Nazar berkurang dua bulan.

Baca juga: Eks Bendahara Partai Demokrat Nazaruddin Dapat Remisi ke 14 Kali

Remisi lebaran itu, menurut penjelasan Kepala LP Sukamiskin Tejo Harwanto, adalah remisi ke tujuh yang diraih Nazar selama mendekam di LP Sukamiskin.

Adapun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Februari 2018 mengaku tidak akan memberikan rekomendasi atas surat permohonan asimilasi kerja sosial dan pembebasan bersyarat untuk terpidana korupsi Muhammad Nazaruddin. Pasalnya, Nazar sudah terlalu sering mendapatkan keringanan hukuman.

M Nazaruddin telah diproses untuk dua perkara dengan vonis masing-masing 6 tahun untuk kasus gratifikasi dan 7 tahun penjara untuk kasus korupsi Wisma Atlet. (X-15)

BERITA TERKAIT