17 August 2019, 16:38 WIB

Pengibaran Bendera di Tanjung Ngaduwona


Ignas Kunda | Nusantara

MI/Ignas Kunda
 MI/Ignas Kunda
Pengibaran Bendera di Tanjung Ngaduwona

MEMERIAHKAN  HUT 74 RI sejumlah anak muda di desa Mbaenuamuri, melakukan pengibaran bendera di Tanjung Nagduwona, pada bukit Wodowata yang terletak diatas tanjung tersebut (17/8).

Untuk melakukan pengibaran bendera di Wodowata, para anak muda berjumlah sekitar 20 orang ini, harus menempuh perjalanan yang cukup sulit.

Mereka harus menggunakan perahu motor untuk menyeberang dari desa sekitar 15 menit perjalanan menerjang ombak pantai selatan yang berbahaya. Semua dilakukan dengan sangat berani tanpa mengeluh.

Setelah sampai di tepi pantai Ena Bhala mereka juga harus mendaki ke puncak bukit Wodowata, yang cukup terjal. Namun semua dilakukan dengan semangat walau keringat bercucuran.

Setelah sampai mereka langsung melakukan upacara bendera dengan melakukan pengibaran bendera merah putih sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Semua dilakukan dengan penuh hikmat.

Baca juga : 4 Pramuka Punguti Sampah Usai Upacara Kemerdekaan

Butuh perjuangan yang cukup panjang dan melelahkan agar bisa melakukan pengibaran. Semua dilakukan atas inisiatif dan swadaya berdasarkan kesanggupan masing-masing.

Menurut tokoh pemuda, Gervinus Yosep Gore Ito, kegiatan ini sebagai bagian penghormatan kepada pahlawan bangsa yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa dengan segala darah dan keringat.

Gervinus menambahkan keindahan bukit Wodowata pada Tanjung Ngaduwona ini sangat memikat sehingga membuat mereka anak muda ini tergerak untuk mengembangkannya lewat sektor wisata.

" Ini sebenarnya tidak sebanding dengan pengorbanan pahlawan kita, dan saya mengajarkan pada generasi kami ini untuk selalu bekerja keras dan tak mudah putus asa. Ini negeri yang indah seperti di bukit Wodowata ini dan cara kami yakni bagaimana kami bisa kreatif mengembangkan potensi daerah seperti keindahan tanjung Ngaduwona ini, semoga ini bisa jadi virus biar anak mudah lain bisa bangkit," katanya.

Tokoh muda lain , Gusti Ndona  mengatakan keindahan pantai selatan khususnya di kecamatan Keo Tengah selama ini tidak dikenal karena itu wajib bagi ia sebagai anak muda untuk mengembangkan ekonomi kreatif seperti wisata pantai Ena Bhala dan Pantai Mauwedu ini dalam menunjang kemajuan daerah.

" Kalo bukan kami siapa lagi yang mau membantu kami, kami harus bangkit dan membantu diri kami sendiri agar tidak kalah sama daerah lain di Pulau Flores ini yang sudah mulai dikenal dan maju sektor wisatanya. Hari kemerdekaan ini sebagai refleksi buat kami di daerah bagaimana caranya bangkit dan tidak terlena," ujarnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT