17 August 2019, 00:02 WIB

Kalahkan Afrika Selatan, Tim Pelajar Indonesia Juara di Tiongkok


Palce Amalo, laporan dari Tiongkok | Sepak Bola

MI/Palce Amalo
 MI/Palce Amalo
Tim Pelajar Indonesia mengangkat trofi Gothia Cup China 2019

TIM pelajar Indonesia U-16 merebut piala Gothia Cup China untuk kedua kalinya setelah mengandaskan Easterns High School Afrika Selatan dengan skor telak 5-0 di final Gothia Cup China 2019. Jumat (16/8).

Babak final berlangsung di Lapangan 5 Baishawan Football Park, Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, disiarkan langsung lewat laman Gothia Cup.  

Lima gol tanpa balas tersebut membawa tim pelajar sukses  mempertahankan gelar juara Gothia Cup China tahun ini. Pada 2018, tim pelajar U-16 Indonesia merebut juara 1 turnamen internasional tersebut lawan tim tuan rumah, juga dengan skor 5-0.
 
Hasil itu sesuai misi tim pelajar sebelum bertolak ke Tiongkok yakni mempertahankan gelar juara Gothia Cup China. Dari lima gol tersebut, striker Nadhif Girasta mencetak tiga gol, masing-masing dua gol pada babak pertama menit ke-6 dan menit ke-22, dan satu gol pada babak kedua menit ke-53,

Dengan dua gol tersebut, Nadhif tercatat mengoleksi 10 gol sejak babak penyisihan sampai final. Nadhif kemudian ditetapkan sebagai pemain terbaik di Gothia Cup China 2019, dan menerima plakat sebagai pemain terbaik.

Baca juga : Tumbangkan Klub Lokal ZGZX 7-0, Tim Pelajar tidak Terkalahkan

Satu gol lewat tendangan kaki Fadel Muhammad pada menit ke-13, dan tambahan satu gol pada babak kedua lewat kaki Alif Saviola pada menit ke-39. kedudukan 5-0 tersebut tetap bertahan sampai wasit meniup peluit tanda  pertandingan usai.

Pelatih Tim U-16 M Kusnaeni mengatakan selama pertandingan tim pelajar punya banyak peluang menciptakan gol, namun tidak dimanfaatkan dengan sempurna.  Kemenangan ini pun menjadi kado spesial di Hari Ulang Tahun RI-74.

"Ada sekitar puluhan peluang dari tim pelajar tetapi mereka agak terburu-buru," katanya seusai pertandingan.

Seperti striker Iryanto Wandik, memiliki tiga peluang yang bisa dikonfersi menjadi gol. Satu kali tendangan pemain asal Papua tersebut mengenai tiang gawang dan memantul kembali ke lapangan.

Begitu juga Rizki Armando sudah berhadapan langsung dengan kiper lawan namun tendangannya lemah sehingga mampu ditangkap kiper. Selain itu, tim pelajar sempat kebobolan satu gol, namun dianulir karena salah satu pemain Easterns High School berada di area offside.

Kendati begitu, Pelatih Kiper Indonesia U-16 Dwi Alfarist menilai tim pelajar bermain sangat baik.

Kunci keberhasilan tim pelajar ialah memberikan tekanan sejak awal permainan membuat lawan kesulitan mengembangan permainan."Mereka benar-benar mengikuti strategi pelatih," ujarnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT