16 August 2019, 12:10 WIB

Jokowi Diharap Perkuat Komitmen Antikorupsi di Pidato Kenegaraan


Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum

MI/Immanuel Antonius
 MI/Immanuel Antonius
Ketua Pukat UGM Oce Madril

KETUA Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Oce Madril menuturkan momentum pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) hari ini, seharusnya dimanfaatkan untuk memberikan pesan tegas dalam memberantas korupsi.

"Mestinya kesempatan saat ini digunakan oleh Presiden untuk memperkuat komitmen antikorupsinya. Bahwa korupsi akan menggerogoti rencana pembangunan jangka panjang dan melanggar hak-hak masyarakat," terang Oce kepada wartawan, Jumat (16/8).

Oce mengungkapkan hingga saat ini berbagai kasus korupsi masih marak terjadi di pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Oleh karena itu, lanjut Oce, diperlukan kepemimpinan yang tegas guna memberantas praktik lancung tersebut agar tidak semakin meluas.

Baca juga: 168 ASN Terlibat Korupsi Belum Diberhentikan Kemendagri

Oce menilai selama ini Jokowi tidak memberikan perhatian penuh menyangkut persoalan pemberantasan korupsi. Hal tersebut, ungkap Oce, tercermin dalam berbagai kesempatan pidato kenegaraan Jokowi yang sedikit menyinggung perihal agenda pemberantasan korupsi.

Oce berharap, pesan menyangkut agenda reformasi bidang hukum tidak luput dalam pidato kenegaraan Jokowi kali ini. Pesan tersebut, tutur Oce, diharapkan dapat dinarasikan dengan tegas dan jelas, sehingga sampai ke seluruh elemen masyarakat.

"Apalagi Presiden Jokowi akan memasuki masa pemerintahan jilid II, sehingga mestinya tidak ada beban politik baginya untuk berlaku tegas terhadap praktik koruptif tanpa pandang bulu termasuk terhadap rekan koalisi," pungkas Oce.(OL-5)

BERITA TERKAIT