16 August 2019, 10:06 WIB

Tammy Abraham Mengaku Masih 'Shocked'


Cahya Mulyana | Sepak Bola

AFP/Bulent Cilic
 AFP/Bulent Cilic
Striker Chelsea Tammy Abraham tampak sangat kecewa saat gagal menjadi ekskutor dalam adu pinalti melawan Liverpool.

EKSEKUTOR penalti terakhir Chelsea yang gagal saat melawan Liverpool pada Piala Super Eropa, Tammy Abraham, masih merasa shocked. Ia mengaku akan membalas kesalahannya pada seluruh laga bersama the Blues.

"Saya mengakui tendangan saya tidak maksimal . Padahal ketika kamu diberi kesempatan seperti ini, harusnya mengerahkan seluruhnya," ujarnya dilansir dari TheSun, Jumat (16/8).

Menurut pemain berusia 21 tahun itu, penyesalannya sangat mendalam karena gagal sebagai eksekutor pamungkas pada adu penalti setelah bermain imbang 2-2 menyebabkan Si Biru kalah oleh Si Merah.

Akibatnya, tim besukan Frank Lampard gagal membawa trofi ajang itu untuk kali kedua dan membiarkan Liverpool menambah koleksinya menjadi empat buah.

“Saya hanya harus mendorong kemampuan saya pada musim ini. Semoga kita bisa berada di sana untuk memperjuangkan gelar," kata striker the Blues.

Tammy mengaku sejarah kelam untuk debut perdananya di kancah Eropa tidak akan bisa dilupakan siapapun termasuk dirinya. Wajar bila ia sulit mengangkat kepalanya dan harus menerima sindirian dari pihak yang kecewa atas penampilannya.

"Saya adalah orang yang siap menerima hukuman dan akan membuktikan bahwa ke depan bisa memberikan yang lebih baik bagi tim," pungkas pemain bernomor punggung 9.

Kegagalan Tammy juga menarik perhatian orang-orang yang suka menghina warna kulit dan perbedaan ras. Chelsea mengaku sudah menindak pihak yang meluapkan kekecewaan bernada rasis melalui media sosial.

"Tidak ada tempat di klub ini untuk pemegang tiket pertandingan sekalipun orang yang terlibat dalam manajemen yang menghina dengan nada rasis. Kami akan mengambil tindakan sekuat mungkin untuk melawannya," kata Tammy. (OL-09)

BERITA TERKAIT