16 August 2019, 09:45 WIB

Neraca Perdagangan Juli 2019 Defisit, BI: Faktor Ekonomi Global


Atalya Puspa | Ekonomi

ANTARA/Aprillio Akbar
 ANTARA/Aprillio Akbar
Warga melihat aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (15/7/2019).

BANK Indonesia mencatat adanya defisit pada neraca perdagamgan Indonesia Juli 2019 sebesar US$0,06 miliar. Pada bulan sebelumnya, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus sebesar US$0,30 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengungkapkan defisit neraca perdagangan Indonesia terutama dipengaruhi ekonomi global.

"Bank Indonesia memandang perkembangan neraca perdagangan pada Juli 2019 tidak terlepas dari pengaruh pertumbuhan ekonomi global yang melambat dan harga komoditas yang belum naik, di tengah permintaan domestik yang masih solid," kata Onny dalam keterangan resmi, Kamis (15/8).

Adapun secara rinci defisit tersebut dipengaruhi oleh penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas di tengah defisit neraca perdagangan migas yang membaik.

"Penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas disebabkan ekspor nonmigas yang belum kuat di tengah impor nonmigas yang meningkat," ungkapnya.

Baca juga:  Neraca Perdagangan Juni Surplus

Sementara itu, lanjut Onny, defisit neraca perdagangan migas yang membaik terutama disebabkan oleh kinerja ekspor migas yang meningkat.

Defisit neraca perdagangan migas pada Juli 2019 tercatat sebesar US$0,14 miliar, membaik dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar US$0,97 miliar.

Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan ekspor migas dari US$0,75 miliar menjadi US$1,61 miliar. Peningkatan ekspor migas terjadi pada seluruh komponen baik hasil minyak, minyak mentah, dan gas.

Sementara itu, impor migas tercatat sebesar US$1,75 miliar, tidak banyak berbeda dibandingkan dengan impor pada bulan sebelumnya sebesar US$1,71 miliar. Peningkatan impor migas terjadi pada komponen minyak mentah, sedangkan komponen hasil minyak dan gas mengalami penurunan.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan.(OL-5)

BERITA TERKAIT