16 August 2019, 08:56 WIB

Utamakan Sinergi dengan Berbagai Pihak


Media Indonesia | HUT RI

DOK. KLHK
 DOK. KLHK
Manggala Agni sedang membuat cuka kayu dari hasil limbah kayu melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen atau pereaksi kimia lain

PEMERINTAH berkomitmen untuk terus menekan angka kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berbagai upaya dilakukan, mulai upaya sosialisasi, pening-katan sumber daya manusia, teknologi, hingga penambahan sarana dan prasarana.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles Brotestes Panjaitan, menyatakan prioritas penanggu-langan karhutla oleh Kementerian LHK ialah memperbanyak aksi pencegahan di tingkat tapak dengan sinergi semua pihak.

Untuk upaya pencegahan tersebut, sumber daya manusia yang dilibatkan mencapai 23.144 orang dengan pembagian sebanyak 13.483 orang untuk wilayah Sumatra dan 9.661 orang untuk wilayah Kalimantan.

Sumber daya manusia tersebut terdiri atas unsur Manggala Agni, Brigdalkar BKSDA atau taman nasional, Brigdalkar KPH, Brigdalkar HTI/HA/HPH, Masyarakat Peduli Api, dan Satgas gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD.

Selanjutnya, monitoring titik panas juga terus dilakukan melalui situs Sipongi KLHK, LAPAN, BMKG, BNPB yang saat ini juga sudah tersedia dalam bentuk aplikasi Android. Upaya deteksi dini dengan kamera CCTV thermal saat ini dilaksanakan KLHK di be-berapa wilayah rawan kebakaran.

"KLHK juga melengkapi daerah operasi (daops) Manggala Agni dengan pesawat nirawak untuk mendukung kegiatan monitoringdan pemantauan lokasi rawan kebakaran," kata Raffles.

"Pemantauan gambut juga dilakukan bersama dengan bantuan Badan Restorasi Gambut lewat aplikasi Sistem Pemantauan air Lahan Gambut (Sipalaga) milik BRG dan aplikasi SiMATAG-0.4m yang dibangun KLHK sebagai upaya monitoring tingkat ke-berhasilan pelaksanaan pemulihan fungsi ekosistem gambut melalui pengumpulan database pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) dan curah hujan di areal konsesi maupun lahan masyarakat," ujarnya.

Raffles mengungkapkan pihaknya juga melakukan kampanye pencegahan karhutla melalui sosialisasi dan patroli terpadu secara terus-menerus. Salah satunya, lanjutnya, Kementerian LHK terus melaksanakan upaya sosialisasi alternatif pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) melalui pemanfaatan sisa pembersihan lahan untuk cuka kayu, kompos, dan briket arang.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga bekerja sama dengan PT Pupuk Kaltim untuk menampung hasil cuka kayu sebagai bahan pembuatan pupuk. Selain itu, tambahnya, di setiap Daops Manggala Agni juga dibuat plot contoh PLTB sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat dalam menyiapkan lahan dengan ramah lingkungan. (Try/S1-25)

BERITA TERKAIT