16 August 2019, 08:15 WIB

Bangun SDM Unggul, UI Cepat Beradaptasi


Try/S3-25 | HUT RI

Ist
 Ist
Suasana di Sekitaran Kampus UI Depok

Dalam pencapaian aktivitas inti Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat, Universitas Indonesia (UI) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia yang unggul. Untuk membangun hal tersebut, UI menegakkan empat pilar penunjang kesuksesan UI yaitu semangat riset, inovasi dan pengabdian masyarakat oleh sivitas akademika, para tenaga pendidik yang berkualitas, serta jaringan internasional yang mereka luaskan.

Karena itu, UI memperkuat jejaring dalam lingkup nasional maupun internasional melalui berbagai kerja sama dengan institusi maupun industri. Rektor UI Muhammad Anis mengatakan peningkatan kualitas tenaga pendidik dan mahasiswa dibangun dengan berbagai kerja sama global dengan perguruan tinggi terbaik di Amerika, Australia, Eropa, dan Asia.

Salah satu cara yang ditempuh UI yaitu meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi di jurnal ilmiah internasional. Upaya ini dilakukan UI untuk beradaptasi terhadap perubahan/ disrupsi di berbagai sektor yang memengaruhi hidup manusia.

“Saat ini dunia menghadapi empat kekuatan disrupsi yang mengubah tatanan kehidupan,” tutur Anis. Kekuatan disrupsi tersebut antara lain
industrialisasi dan urbanisasi di negara berkembang yang mendorong perubahan pola konsumsi dan investasi pada masyarakat.

Populasi dunia juga terus menua. Diperkirakan lebih dari 80% penduduk dunia akan berusia lebih dari 65 tahun pada 2050 dan tenaga kerja produktif turun secara drastis di banyak negara.

Selanjutnya disrupsi teknologi. Ini terutama pada informasi teknologi dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari yang mengubah masif dunia pendidikan dan membuat konektivitas global semakin besar. Hal tersebut turut menyebabkan perubahan besar dalam perekonomian dan sosial.

Keberadaan berbagai tantangan tersebut, lanjut Anis, UI melakukan berbagai perubahan strategi pengembangan, di antaranya pemutakhiran kurikulum di berbagai program studi. Upaya tersebut dinilai dapat membuat kurikulum lebih adaptif dan akomodatif terhadap perkembangan teknologi.

“Misalnya, penawaran berbagai mata kuliah yang membahas artifi cial intelligence dan big data analysis kepada mahasiswa,” ungkapnya. Beberapa upaya yang ditempuh UI itu terbukti kini membuahkan hasil.

Kita tengok saja rilis dari Lembaga Pemeringkatan Times Higher Education (THE) terkait daftar peringkat 417 perguruan tinggi pada 27 negara di wilayah Asia pada Rabu (1/5) melalui situs https://www. timeshighereducation.com.

UI berhasil menduduki peringkat 133 perguruan tinggi terbaik di Asia dan menjadi yang pertama dari Indonesia yang berhasil menembus daftar pemeringkatan THE.

Disebutkan, peringkat UI melaju naik karena skor pengajaran, riset, dan industry outcomes. UI berhasil menduduki posisi di atas peringkat Universiti Sains Malaysia (ranking 150) dan Kindai University dan Waseda University, Jepang (166).

“Capaian ini menjadi pemicu semangat UI untuk terus berkarya menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Diharapkan UI akan terus berkontribusi mencetak sumber daya manusia unggul yang berdaya saing global,” ujar Anis.

Keberhasilan di bidang lain juga terlihat seperti akreditasi program studi yang semakin baik. Ini tampak dari 191 program studi yang memperoleh nilai A dari BAN PT. Ada pula pemerataan seleksi mahasiswa baru, pemutakhiran kurikulum, pengembangan pembelajaran jarak jauh dengan peningkatan e-learning, peningkatan produktivitas, kualitas, dan publikasi penelitian, serta penerapan hasil IPTEKS hasil riset dan inovasi sebagai program pengabdian masyarakat.

Pengembangan pembelajaran jarak jauh UI merupakan upaya memperluas jangkauan pendidikan berkualitas di era digitalisasi. Inovasi ini diyakini dapat menyelesaikan masalah distribusi pendidikan di Indonesia, dengan memberikan pendidikan berkualitas bagi semua kalangan, tanpa terbatas ruang dan waktu.

Sampai saat ini, pembelajaran jarak jauh sudah menyelenggarakan 22 program kuliah daring dan perolehan kredit bagi 2.125 peserta. “Program ini berbasis daring, open content, online course, dan open course, sehingga dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, baik nasional maupun internasional,” ujar Anis.

Open content berarti pelayanan materi video rekaman kuliah umum yang bebas diakses. Adapun online course, yakni kuliah daring yang dapat diambil mahasiswa perguruan tinggi mitra UI. Terkait open course yakni mata kuliah di UI selama satu semester yang dapat diakses oleh umum.

Dia yakin kepanjangan UI bukan sekadar Universitas Indonesia, melainkan pula Untuk Indonesia. Dengan kata lain, keberadaan UI harus mampu berdampak dan berkontribusi seluas-luasnya terhadap kepentingan bangsa Indonesia.

“UI juga berkomitmen untuk mewujudkan peran sebagai Guru Bangsa yang menjadi unggulan di kawasan Asia,” tukas Anis.

Terkait wacana kehadiran akademisi asing dalam perguruan tinggi yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini, dia menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang biasa terjadi pada dunia pendidikan internasional.

UI juga sedang membuka seleksi untuk calon rektor periode selanjutnya. Akan tetapi, terdapat statuta di UI yang mensyaratkan calon rektor harus warga negara Indonesia.

Anis menilai, masyarakat Indonesia belum terbiasa dengan kebijakan yang diwacanakan tersebut. Ini berbeda dengan dunia pendidikan di internasional.

Namun jika hal itu diterapkan, Anis optimistis akademisi Indonesia mampu bersaing dengan akademisi dari luar negeri. “Sesuatu yang baru itu harus direspons secara arif bijak dilihat kelemahan dan keunggulannya serta permasalahannya. Kita seharusnya jangan alergi terhadap perubahan,” tukas Anis. (Try/S3-25)

BERITA TERKAIT